Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi sekaligus Ketua Satgas Penataan Penggunaan Lahan dan Penataan Investasi  Bahlil Lahadalia

Menteri Investasi sekaligus Ketua Satgas Penataan Penggunaan Lahan dan Penataan Investasi Bahlil Lahadalia

Investasi Kuartal I Gemilang, Bahlil Pede Target Investasi Tercapai

Rabu, 27 April 2022 | 15:40 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini target investasi sebesar Rp 1.200 triliun pada 2022 akan dapat tercapai. Mengingat capaian realisasi investasi hingga kuartal I cukup gemilang, yaitu mencapai Rp 282,4 triliun atau tumbuh 28,5% year on year (yoy).

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan target investasi akan tercapai didukung oleh proses perizinan end to end yang dilakukan Kementerian Investasi/BKPM dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP).

"Keyakinan saya, insya Allah akan semakin membaik (realisasi investasi) seiring dengan proses-proses yang dilakukan teman-teman Kementerian Investasi dan DPM PTSP di kabupaten, kota, provinsi yang sekarang mereka kerjanya end to end mengawal investasi" kata Bahlil dalam paparan realisasi investasi secara daring di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Baca juga: Industri Keuangan Syariah Catat Aset Rp 2.050,44 T

Bahlil menjelaskan, Kementerian Investasi dan DPMPTSP memiliki lima tugas utama mulai dari promosi, merayu dan mengawal investasi dengan mengurus perizinan investasi, lalu mengawal hingga financial closing. Selanjutnya yang keempat mengawal hingga groundbreaking konstruksi, dan memulai konstruksi lalu mengawal hingga beroperasi secara komersial.

"Ini yang sekarang Kementerian Investasi dan teman-teman DPMPTSP lakukan.Kalau ini mampu kami lakukan agar tidak ada ganggu-gangguan,tidak ada hantu berdasi atau tidak berdasi, saya yakin kenyamanan (berinvestasi) itu akan mulai ada," katanya.

Disamping itu, perubahan regulasi melalui UU Cipta Kerja telah memberikan kemudahan yang signifikan, meski belum maksimal. Namun dalam proses menuju maksimal ada perjuangan disitu. Dengan capaian kinerja investasi kuartal I yang tumbuh hingga 28,5% yoy, kata Bahlil merupakan capaian yang luar biasa baik dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Pasalnya, pada realisasi investasi periode Januari hingga Maret selalu menurun, karena pelaku usaha baru melakukan konsolidasi pada bulan Januari dan baru akan mulai merealisasikan rencana investasi pada bulan-bulan berikutnya.

Baca juga:  Pemerintah Sebut Perang Rusia-Ukraina Dipastikan Tak Pengaruhi Investasi 

Namun, mantan Ketua Umum Hipmi itu mengatakan setiap tahun pihaknya selalu punya strategi yang berbeda-beda untuk bisa mendorong laju investasi yang menyesuaikan kondisi global dan domestik.

"Ada strategi baku dan ada improvisasi strategi. Improvisasi strategi ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi global dan kondisi Tanah Air. Tapi seperti biasanya, tidak mungkin secara gamblang saya ceritakan karena nanti dijiplak negara lain. Begitu dijiplak negara lain, saya nggak bisa lagi mengatur teman-teman dalam bagaimana menarik investasi," katanya.

Dengan demikian, Bahlil optimistis kinerja investasi di kuartal II akan lebih baik dari kuartal I seiring proses-proses yang terus dioptimalkan oleh Kementerian Investasi dan DPMPTSP di Kabupaten dan Provinsi untuk mengawal investasi.

"Saya punya keyakinan bahwa di kuartal kedua akan jauh lebih baik dan target kami Rp1.200 triliun ke depan insya Allah akan tercapai," pungkas Bahlil.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com