Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana lengang Jalan Sudirman karena hari libur di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Rabu (11/8/2021). Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Suasana lengang Jalan Sudirman karena hari libur di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Rabu (11/8/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

S&P Pertahankan Peringkat ‘Layak Investasi’ Indonesia

Jumat, 29 April 2022 | 01:18 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Standard and Poor's (S&P) meningkatkan outlook Indonesia menjadi Stabil dari sebelumnya Negatif dan mempertahankan peringkat Republik Indonesia pada BBB (Investment Grade) atau layak investasi. Keputusan ini diumumkan lembaga pemeringkat global tersebut pada Rabu (27/4/2022).

Dalam laporannya, S&P menyatakan, revisi ke atas outlook Indonesia menjadi stabil didasarkan pada perbaikan posisi eksternal ekonomi Indonesia, konsolidasi kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah secara gradual, dan keyakinan S&P terhadap pemulihan ekonomi Indonesia yang akan terus berlanjut sampai dengan dua tahun ke depan.

Sementara, peringkat Indonesia yang dipertahankan pada level BBB didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang solid dan rekam jejak kebijakan yang berhati-hati. “Pemangku kepentingan internasional memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menanggapi keputusan S&P tersebut, Rabu (27/4/2022).

Bahkan, kata Perry, afirmasi rating Indonesia yang disertai dengan revisi outlook menjadi stabil itu di tengah peningkatan risiko global yang berasal dari tensi geopolitik Rusia-Ukraina, perlambatan ekonomi global, dan peningkatan tekanan inflasi.

Menurut dia, stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi tersebut didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara BI dan Pemerintah. “Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional," papar Perry.

Sebelumnya, S&P mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB/outlook negatif pada 22 April 2021.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN