Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Mengenal Minyak Sawit dan Produk Turunannya

Sabtu, 30 April 2022 | 10:00 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id – Minyak sawit menjadi isu paling banyak dibicarakan dan menjadi topik hangat dalam beberapa hari terakhir ini setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil (CPO), Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPalm Oil), Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein), dan Used Cooking Oil. Beleid tersebut mulai berlaku Kamis (28/4/2022) pukul 00.00 WIB.

Dalam Permendag Nomor 22 Tahun 2022 disebutkan larangan ekspor sementara untuk produk CPO dengan kode HS 15111000, RBD palm oil dengan kode HS 15119020, dan RBD palm olein dengan kode HS 15119036, 15119037, dan 15119039.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, sawit merupakan komoditas andalan ekspor Indonesia yang menghasilkan devisa negara cukup besar serta menyerap tenaga kerja sebanyak 16 juta pekerja baik langsung maupun tidak langsung. “Pada tahun 2021, devisa negara yang dihasilkan dari sawit mencapai angka US$ 35 miliar,” kata Eddy kepada Investor Daily, Jumat 29/4/2022).

Namun demikian, setelah pemberlakuan Permendag 22/2022 mulai 28 April 2022, Gapki belum bisa memperkirakan berapa total devisa negara yang dihasilkan dan diproyeksikan akan turun drastis. “Kami berharap pemerintah menerapkan kebijakan pelarangan ekspor CPO tersebut untuk sementara, jangan dalam jangka panjang karena sangat merugikan negara,” katanya.

Produk Turunan Minyak Sawit

Eddy menjelaskan, produk yang dihasilkan dari minyak sawit terdiri atas crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO). Kedua produk tersebut diolah dan diproses sehingga menghasilkan berbagai macam produk turunan.

“Dalam setahun produksi CPO mencapai kisaran 50-55 juta ton dan Indonesia dikenal sebagai produsen terbesar CPO dunia setelah Malaysia,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (Maksi) Darmono Taniwiryono menuturkan, CPO merupakan minyak kelapa sawit mentah dan menjadi salah satu minyak nabati paling populer. Produk ini diperoleh dari hasil ekstraksi atau proses pengempaan daging buah kelapa sawit dan belum mengalami pemurnian.

Dia melanjutkan, CPO berbeda dengan minyak inti sawit (PKO), meskipun dihasilkan dari buah yang sama. Perbedaannya terletak pada kandungannya. CPO menghasilkan beta karoten yang tinggi, sedangkan PKO tidak mengandung beta karoten.

CPO digunakan untuk bahan baku minyak goreng dan margarin. Selain itu, CPO juga digunakan untuk bahan baku kosmetik dan juga dikembangkan sebagai bahan bakar nabati (BBN) dengan program biodiesel.

Sementara itu, RBD palm oil merupakan produk dari penyulingan minyak sawit bisa dijual di pasar dan memenuhi standar. Sedangkan RBD palm olein merupakan produk dari hasil rafinasi CPO yang digunakan sebagai minyak goreng. Produk ini berasal dari minyak sawit yang dimurnikan, diputihkan dan dihilangkan baunya sehingga rasa hambar, tidak berbau, dan berwarna kuning.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food, minyak kelapa sawit mempunyai beberapa karakteristik yaitu halus dan lembut. Kemudian, kelapa sawit membutuhkan lahan yang sangat efisien dibandingkan tanaman lain.

Secara alami minyak kelapa sawit bebas dari lemak trans yang berbahaya yang merupakan sumber utama kolesterol tinggi dan berkaitan dengan penyakit jantung. Karakteristik tersebut menjadikan minyak sawit sebagai komoditas primadona.

Minyak kelapa sawit tidak memiliki rasa dan tidak menghasilkan bau dan mempunyai tekstur halus dan lembut serta banyak dijadikan bahan dasar untuk coklat dan selai. Minyak kelapa sawit juga banyak dijadikan untuk bahan baku lipstik karena mempunyai kemampuan menahan warna dan tidak akan meleleh.

Produk yang sudah tidak asing lagi di rumah dan menggunakan kelapa sawit sebagai bahan dasarnya adalah margarin dan selai mentega karena bebas dari lemak trans dan dapat langsung dioles.

Kemudian, minyak kelapa sawit juga digunakan untuk produk sabun. Minyak kelapa sawit dapat membuat sabun tidak licin, halus, dan lentur.

Minyak sawit juga bisa diolah menjadi bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel, dan jika dicampur dengan solar menghasilkan biodiesel. BBN jika dipakai untuk kendaraan menghasilkan lebih sedikit emisi dan mesin menjadi lebih bersih.

Tak hanya itu, minyak kelapa sawit juga digunakan untuk deterjen laundry karena minyak kelapa sawit adalah zat yang menghasilkan sodium lauryl sulfate (SLS), agen pembentuk busa efektif yang dipakai dalam deterjen.

Pelaku Usaha Hormati Kebijakan Pelarangan Ekspor

Ketua Bidang Komunikasi Gapki Tofan Mahdi mengatakan, pelaku usaha perkelapasawitan menghormati atas setiap kebijakan pelarangan ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya termasuk olein.

Pihaknya memahami arahan Presiden Joko Widodo untuk segera tercapai melimpahnya ketersediaan minyak goreng degan harga terjangkau di masyarakat.

Saat ini, Gapki sedang berkomunikasi dan berkoordinasi dengan asosiasi pelaku usaha sawit baik di sektor hulu maupun hilir termasuk Bulog, RNI dan BUMN lainnya untuk secara maksimal melaksanakan arahan Presiden RI agar tercapainya ketersediaan minyak goreng sesuai harga yang ditetapkan.

“Kami juga terus berkomunikasi dengan asosiasi petani sawit untuk menyampaikan situasi terkini di industri kelapa sawit pasca pelarangan ekspor CPO serta mengambil langkah untuk antisipasi dampaknya bagi petani sawit,” ujar dia.

Seluruh masyarakat dan pelaku industri sawit nasional saat ini sedang menunggu tindakan lanjutan dari pemerintah agar permasalahan ini bisa secepatnya tertangani dengan baik. Pelarangan ekspor CPO dalam jangka panjang akan berdampak negatif dan semoga ada evaluasi dari pemerintah.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com