Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pedagang daging sapi di Pasar Modern BSD City, Tangerang Selatan, Banten (9/3/2022). Harga daging sapi di sini dijual Rp130 ribu -Rp170 ribu per kg, tergantung bagian daging yang dijual. Harga itu terbilang masih tinggi dibanding harga normal Rp110 ribu-Rp120 ribu/Kg-nya. Foto:   BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pedagang daging sapi di Pasar Modern BSD City, Tangerang Selatan, Banten (9/3/2022). Harga daging sapi di sini dijual Rp130 ribu -Rp170 ribu per kg, tergantung bagian daging yang dijual. Harga itu terbilang masih tinggi dibanding harga normal Rp110 ribu-Rp120 ribu/Kg-nya. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga Pangan Masih Wajar, KPPU: Belum PerluTindakan Khusus

Sabtu, 30 April 2022 | 13:44 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyimpulkan kenaikan harga pangan di masa menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443H masih dalam tataran wajar dan belum terdapat adanya sinyal-sinyal yang mengarah pada potensi pelanggaran persaingan usaha, kecuali minyak goreng yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh Direktorat Investigasi KPPU.

Simpulan tersebut disampaikan KPPU berdasarkan pengamatan yang dilakukan atas sembilan komoditas bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, cabai, gula, dan sebagainya.

Advertisement

Komisioner KPPU, Chandra Setiawan menyampaikan dari pengawasan tersebut, KPPU melihat bahwa stok komoditas pangan masih mencukupi dengan gejolak harga yang masih sesuai dengan mekanisme pasar.

“Beberapa kenaikan harga menjelang Hari Raya terjadi secara nasional, khususnya untuk daging sapi, cabai, minyak goreng, dan tepung. Di berbagai wilayah juga ditemukan adanya upaya asosiasi pelaku usaha (di Yogyakarta dan Lampung) untuk menyepakati harga daging sapi untuk besaran tertentu dan telah menjadi perhatian di kantor wilayah KPPU terkait,” papar Chandra dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (30/4/2022).

Lebih lanjut dikatakan, secara umum, tindakan tertentu akan dilakukan KPPU apabila terjadi kenaikan harga komoditas pangan yang tinggi, namun tidak terjadi kekurangan stok menurut prognosa neraca pangan.

Saat ini KPPU melihat belum dibutuhkan tindakan khusus secara nasional, seperti upaya penegakan hukum atas temuan yang ada. “Untuk itu KPPU akan terus melanjutkan pengawasannya atas harga berbagai komoditas pangan, khususnya yang miliki karakter pasar oligopolistik seperti daging sapi, daging ayam, minyak goreng, bawang putih, dan lainnya,” pungkasnya.  

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN