Menu
Sign in
@ Contact
Search
lahan gambut di Papua

lahan gambut di Papua

Indonesia Ajak Asean Bersama Kelola Gambut Berkelanjutan

Rabu, 4 Mei 2022 | 15:38 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Indonesia mengajak negara-negara di Asia Tenggara bekerja sama erat dalam pengelolaan gambut berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan ekologi di kawasan tersebut maupun secara global.

Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/5/2022) mengatakan, gambut tropis di Asia Tenggara memberi banyak manfaat untuk kawasan ini mulai dari menyediakan hasil hutan kayu dan nonkayu, cadangan air dan pengendali banjir, hingga manfaat lainnya.

"Gambut di Asia Tenggara juga menyimpan cadangan karbon yang besar dan menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati,” kata Dubes Gandi saat memberi pidato kunci pada sesi diskusi pengelolaan gambut di Kongres Kehutanan Sedunia ke-15, di Seoul, Republik Korea, Senin (2/5) lalu.

Lahan gambut di Asia Tenggara diperkirakan seluas 24 juta hektare. Selain di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darusalam, gambut di Asia Tenggara juga tersebar di area yang kecil di Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Filipina.

Advertisement

Dubes Gandi mengatakan, pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk pengelolaan ekosistem gambut misalnya dengan membangun sistem pemantauan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Ada juga promosi pemanfaatan lahan gambut berkelanjutan yang siap ditingkatkan skala implementasinya di tingkat nasional maupun regional.

Dubes mengatakan meski tidak mudah, namun pemerintah, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove serta masyarakat dan pelaku usaha terus berupaya keras untuk memastikan gambut bisa dikelola secara berkelanjutan.

Salah satu inisiatif yang dilakukan pelaku usaha dalam pengelolaan gambut berkelanjutan di Indonesia adalah Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Head of Operations RER Brad Sanders mengungkapkan RER yang didanai oleh April Group berkomitmen untuk merestorasi gambut seluas 150.693 hektare di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau.

"Pada bentang alam di mana RER berlokasi, areal hutan tanaman dikelola secara berkelanjutan untuk melindungi gambut yang direstorasi. Produksi hutan tanaman berkelanjutan juga akan menyediakan pendanaan untuk kegiatan restorasi dalam jangka panjang," kata dia.

Aksi restorasi yang sudah dilakukan di antaranya dengan menutup kanal lama sepanjang 146 kilometer, lanjut dia, selain itu juga dilakukan patroli perlindungan yang melibatkan masyarakat setempat.

Kepala Divisi Lingkungan Sekretariat Asean Vong Sok mengatakan kerja sama pengelolaan gambut oleh negara-negara Asean terus menguat,misalnya di bidang pencegahan kebakaran hutan dan lahan telah ada kesepakatan untuk pencegahan asap lintas batas (AATHP).

Selain itu, juga telah ada dokumen strategi pengelolaan gambut berkelanjutan yang bisa menjadi panduan bagi negara-negara Asean.

Vong Sok menuturkan, proyek implementasi pengelolaan gambut berkelanjutan kini sedang diujicobakan di Negara-negara di Delta Mekong yaitu Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com