disini
Otorita IKN Siap Pungut 13 Jenis Pajak, Ini Rincian Tarifnya
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Profil IKN Nusantara

Profil IKN Nusantara

Otorita IKN Siap Pungut 13 Jenis Pajak, Ini Rincian Tarifnya

Jumat, 6 Mei 2022 | 10:13 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah telah menyiapkan berbagai opsi untuk pendanaan pembangunan IKN, salah satunya melalui pungutan pajak khusus IKN yang akan ditetapkan dengan Peraturan Otorita Ibu Kota Nusantara, setelah mendapat persetujuan DPR.

Terkait skema pendanaan IKN Nusantara, Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2022, tentang pendanaan dan pengelolaan anggaran dalam rangka persiapan pembangunan, dan pemindahan ibu kota negara serta penyelenggaraan pemerintah daerah khusus Ibu Kota Nusantara.

Advertisement

"Dalam rangka pendanaan untuk penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara, Otorita Ibu Kota Nusantara dapat melakukan pemungutan Pajak Khusus IKN dan/ atau Pungutan Khusus IKN di Ibu Kota Nusantara," demikian bunyi pasal 42 beleid tersebut.

Nantinya, pajak daerah dan retribusi daerah yang diatur dalam Peraturan Perundang-Undangan berlaku secara mutatis mutandis sebagai Pajak Khusus IKN dan Pungutan Khusus IKN di Ibu Kota Nusantara.

Dalam pasal 43, diatur mengenai Jenis Pajak Khusus IKN yang dapat dipungut oleh Otorita Ibu Kota Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. Berikut rinciannya jenis pajak dan tarifnya:

1. Pajak Kendaraan Bermotor

Tarif:

-Untuk kepemilikan dan atau penguasaan kedaraan bermotor pertama, ditetapkan  paling tinggi 2%

- Penguasaan Kendaraan Bermotor kedua dan seterusnya secara progresif paling tinggi 10%.

- Kendaraan Bermotor yang digunakan untuk angkutan umum, angkutan karyawan, angkutan sekolah, ambulans, pemadam kebakaran, sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan, Pemerintah, dan Otorita IKN paling tinggi 0,5%

2. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dalam hal ini subjek pajaknya orang pribadi atau badan yang menerima penyerahan kendaraan bermotor, dengan tarif yang ditetapkan paling tinggi sebesar 20%.

3. Pajak Alat Berat, obyeknya yakni kepemilikan dn atau penguasaan alat berat dengan subjek pajak yakni orang pribadi atau badan yang memiliki dan atau menguasai alat berat. Pajak alat berat akan dikenakan tarif pajak paling tinggi 0,2%.

4. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor akan dikenakan kepada konsumen pengguna bahan bakar kendaraan bermotor dengan tarif yang akan dikenakan paling tinggi sebesar 10%

Sementara itu, khusus kendaraan umum, tarif pajak paling tinggi 50% dari tarif pajak bahan bakar kendaraan bermotor untuk kendaraan pribadi.

5. Pajak Air Permukiman akan dikenakan kepada orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan atau pemanfaatan air permukaan dan tarif yang akan ditetapkan paling tinggi sebesar 10%.

6. Pajak Rokok juga akan dipungut oleh Otorita Ibu Kota Nusantara dengan ketentuan akan dikenakan bagi pengusaha pabrik rokok atau produsen dan importir tokok yang memiliki izin berupa nomor pokok pengusaha barang kena cukai, dengan tarif pajak 10% dari cukai rokok

7. Pajak Bumi dan bangunan Perdesaan dan Perkotaan, pajak ini akan dipungut bagi orang pribadi atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak dan atau memperoleh manfaat atas Bumi dan atau memiliki menguasai dan atau memperoleh manfaat atas bangunan.

Dengan rinci, tarif pajak yang akan dipungut paling tinggi sebesar 0,5%. Sementara untuk lahan produksi pangan dan ternak tarif pajaknya lebih rendah dar tarif untuk lahan lainnya.

8. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan akan ditujukan bagi wajib pajak orang pribadi atau badan yang memperoleh Ha katas tanah dan atau bangunan. Kemudian tarif yang ditetapkan paling tinggi sebesar 5%.

9. Pajak Barang dan Jasa Tertentu dengan objeknya penjualan, penyerahan dan atau konsumsi barang dan jasa tertentu atas, makanan atau minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, Jasa parkir, serta jasa kesenian dan hiburan

Alhasil wajib pajak yang akan dikena pungutan ini yakni orang pribadi atau badan yang melakukan penjualan, penyerahan dan atau konsumsi barang dan jasa tertentu. Dengan tarif pajak paling tinggi sebesar 10%. Sementara itu, khusus Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas jasa hiburan pada diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa ditetapkan paling rendah 40% dan paling tinggi 75%.

- Khusus Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas tenaga listrik untuk:

a) Konsumsi tenaga listrik dari sumber lain oleh industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam, paling tinggi sebesar 3%

b) Konsumsi tenaga listrik yang dihasilkan sendiri, ditetapkan paling tinggi 1,5%.

10. Pajak Reklame akan dikenakan kepada wajib pajak orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan reklame dengan tarif yang ditetapkan paling tinggi 25%.

11. Pajak Air Tanah akan dikenakan untuk wajib pajak orang pribadi atau Badan yang melakukan pengambilan dan atau pemanfaatan Air tanah. Tarif pajak yang diterapkan paling tinggi sebesar 20 %.

12. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan akan ditujukan untuk wajib pajak orang pribadi dan badan yang mengambil mineral bukan logam dan batuan. Tarif yang ditetapkan paling tinggi sebesar 25%.

13. Pajak Sarang Burung Walet akan ditujukan pada wajib pajak orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan atau mengusahakan sarang burung walet dan tarif yang ditetapkan paling tinggi sebesar 10%.

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN