Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hotel bintang lima The Apurva Kempinski Bali

Hotel bintang lima The Apurva Kempinski Bali

Libur Lebaran, PHRI Catat Tingkat Okupansi Hotel Capai 80-90%

Minggu, 8 Mei 2022 | 12:23 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA,Investor.id – Tingkat keterisian hotel-hotel di seluruh Indonesia menunjukkan  peningkatan ke level 90-95% selama libur Lebaran tahun ini. Angka tersebut naik berkisar 30-40% dari realisasi tahun lalu.

Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengungkapkan, tingkat hunian atau okupansi kamar hotel pada libur Lebaran kali ini meningkat sekitar 30%-40%, dibandingkan tahun 2021. Bahkan,  beberapa daerah yang menjadi tujuan wisatawan mencetak tingkat okupansinya mendekati 100%. 

Advertisement

Maulana menyampaikan, tahun ini, ada perbedaan regulasi yang membuat tingkat okupansi kembali naik. Antara lain adalah kebijakan tanpa tes Covid untuk menggunakan transportasi umum, adanya cuti bersama yang cukup panjang dan tidak dilarangnya aparatur sipil negara (ASN) untuk berlibur di masa cuti bersama dan Lebaran.

“Kemudahan kebijakan tersebut tentu membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik di saat Lebaran, di mana pada tahun 2020 dan 2021 sulit dilakukan mengingat pada saat itu adanya pembatasan pergerakan dan biaya travelling yang juga cukup mahal dengan adanya kewajiban test PCR atau antigen,” kata Maulana Yusran, Minggu (8/5/2022).

Baca juga: Lebaran, Okupansi Hotel di Kota Bogor Meningkat 20%

Selain itu, antusiasme masyarakat sangat tinggi setelah sebelumnya ada berbagai pembatasan akibat pandemi Covid-19. “Libur Lebaran dengan tradisi mudik merupakan momentum terbesar peningkatan okupansi hotel. Untuk lama terjadinya peningkatan okupansi selama libur Lebaran, ini sangat bergantung pada berapa lama pemerintah mengeluarkan kebijakan cuti bersama pada momentum tersebut,” ungkap Maulana.

Meski demikian, PHRI berharap pemerintah tidak hanya melihat pertumbuhan pergerakan saat mudik Lebaran ini dari sisi market atau traffic-nya saja, namun harus dilihat dari permasalahan keuangannya juga. Apalagi selama pandemi, banyak pelaku usaha hotel yang kesulitan cash flow. Bahkan banyak pelaku usaha yang melakukan efisiensi besar-besaran untuk bisa bertahan, sehingga berdampak pada serapan tenaga kerja yang rendah. 

“Permasalahan pendapatan selama 2 tahun terakhir tidak akan mudah diselesaikan hanya dengan kebijakan yang dilihat dari kemudahan pergerakan orang saja, namun juga harus dilihat dari aksesibilitas yang tersedia,” kata Maulana.

Baca juga: 2022 Okupansi Hotel Bali Diperkirakan Tumbuh 20 Persen

Karenanya, PHRI berharap pemerintah dapat memperpanjang Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJK) yang terkait dengan restrukturisasi perbankan sampai dengan tahun 2025. Harapan lainnya dari pemerintah adalah memberikan kemudahan penambahan modal kerja dengan kemudahan penjaminan dan program stimulus bagi para traveller agar memicu kembali pergerakan wisatawan nusantara.

“Khusus untuk wisatawan mancanegara (wisman), kami berharap pemerintah dapat membuka kembali bandara internasional di setiap daerah di Indonesia yang sebelum adanya Covid-19 sudah memiliki international direct flight dan atau sudah memiliki captive wisman. Hal ini menjadi penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang cukup luas dan juga daya saing Indonesia dalam merebut pasar wisman, serta meningkatkan kembali jumlah kunjungan wisman ke Indonesia. Realisasi dari harapan ini tentu akan menjadi pelengkap kebijakan pemerintah dalam membuka border untuk wisman dan daya saing Indonesia terhadap negara-negara di Asean,” kata Maulana.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN