Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Margo Yuwono. (Foto: Humas BPS)

Kepala BPS Margo Yuwono. (Foto: Humas BPS)

Mobilitas Masyarakat Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,01%

Senin, 9 Mei 2022 | 12:37 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 mencapai 5,01% secara year on year (yoy). Sedangkan secara kuartal ke kuartal (qoq) pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 mengalami kontraksi 0,96%.

Pulihnya pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 tidak terlepas dari penanganan pandemi Covid-19, sehingga berdampak positif terhadap perbaikan mobilitas masyarakat.

Advertisement

“Tingginya angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2022 selain karena pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat. Faktor lain juga karena ada low based effect pada kuartal I-2021. Kita tahu bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 itu terkontraksi 0,7%,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS, Senin (9/5/2022).

Berdasarkan catatan BPS, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku kuartal I-2022 mencapai Rp 4.513 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 2.818,6 triliun.

Secara yoy dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,79%. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,22%.

Baca juga: Ekonomi Indonesia di Triwulan I 2022 Tumbuh 5,01% YoY

Dia mengatakan, kondisi mobilitas masyarakat yang pada kuartal I-2022 meningkat dan berdampak kepada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Dari pantauan BPS pada kuartal I-2022 ini adalah gambaran mobilitas terbaik selama pandemi Covid-19. Sebab hampir semua aktivitas penduduk di beberapa tempat kegiatan ini sudah melebihi dari kondisi normal.

“Pergerakan mobilitas penduduk ini tentu saja akan berpengaruh positif bagi kegiatan produksi konsumsi maupun investasi,” ucap Margo.

Sementara itu, menurut laporan Bank Indonesia (BI) bahwa kapasitas produksi berbagai di industri pengolahan meningkat menjadi 72,45%. Indeks penjualan eceran secara yoy juga tumbuh meyakinkan 12,17%. Prompt manufacturing index BI juga mencapai 51,77%, lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2021 yang sebesar 50,01%. Laporan PLN juga menunjukkan bahwa konsumsi listrik untuk segmen industri tumbuh meyakinkan 15,44%. “Ini mengindikasikan bahwa aktivitas di sektor industri mengalami pertumbuhan,” imbuhnya.

BPS mencatat, impor barang modal bahan baku dan barang konsumsi mengalami pertumbuhan positif pada kuartal I-2022. Kalau dibandingkan secara yoy untuk barang modal tumbuhnya cukup tinggi 30,68%, kemudian bahan baku 33,44% dan barang konsumsi 11,77%. Pertumbuhan impor barang modal dan bahan baku berdampak positif terhadap industri dan investasi.

Baca juga: The Fed dan Net Sell Asing Ditengarai Pemicu IHSG Anjlok Hingga 4,5%

“Tumbuhnya impor barang modal tentu saja seperti dua sisi mata uang. Satu sisi nanti akan meningkatkan permintaan agregat pada komponen pembentukan model tetap bruto. Pada sisi lain, di sektor lainnya akan mampu meningkatkan kapasitas produksi,” ucap Margo.

Kemudian, jumlah penumpang angkutan udara dengan membaiknya mobilitas semakin meningkat. Jumlah penumpang tumbuh sebesar 58,13%.

Jumlah wisatawan mancanegara melalui pintu utama juga tumbuh sangat impresif, meskipun secara jumlah terlalu besar kalau dibandingkan dengan kondisi normal tetapi secara yoy tumbuhnya 228,24%.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, penerimaan PPh pasal 21 itu tumbuh sebesar 18,8%. Hal ini menunjukan laba perusahaan semakin meningkat, sehingga kebutuhan pajak bagi pegawai itu semakin meningkat. “Indikasi bahwa pendapatan masyarakat juga mengalami peningkatan,” ucapnya.

Baca juga: Rupiah Senin Pagi Melemah 40 Poin

Penerimaan PPH badan tumbuh 136% yang mengindikasikan bahwa kegiatan di korporasi juga mengalami pertumbuhan karena Puputan PPH badannya juga mengalami pertumbuhan yang impresif. “Ini menandakan bahwa aktivitas ekonomi juga menggeliat di kuartal 1 2022,” jelas Margo.

Di sisi lain dengan membaiknya pandemi Covid-19, maka belanja barang dan bantuan sosial khususnya untuk menangani Covid-19 dan masyarakat terdampak ini pada kuartal I-2022 masing-masing mengalami penurunan sebesar 33, 99% dan 30,22% Hal ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi sangat tergantung dari bagaimana mobilitas penduduk.

“Mobilitas penduduk semakin bagus menunjukkan berbagai indikator dan dari berbagai sumber yang kami kutip menunjukkan hubungan yang positif antara mobilitas dengan aktivitas produksi, konsumsi dan investasi,” ucapnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN