Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu.

APBN Diprioritaskanuntuk Jaga Penguatan Pemulihan Ekonomi

Senin, 9 Mei 2022 | 20:16 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, dalam mengantisipasi dinamika ke depan, APBN terus didorong sebagai shock absorber, untuk tetap menjaga pemulihan ekonomi agar tetap berlanjut dan semakin menguat. Selain itu, menjaga penangan kesehatan dan melindungi daya beli masyarakat miskin dan rentan, serta menjaga agar pengelolaan fiskal lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah.

"Dengan pertumbuhan kuartal I-2022 mencapai 5,01%, menunjukkan perekonomian nasional terus menguat. Terjadinya penyebaran varian Omicron yang memuncak dengan kasus harian mencapai 64.000 di bulan Februari lalu, sempat dikhawatirkan akan menjadi kendala bagi kinerja pemulihan ekonomi nasional. Namun, efektivitas kebijakan pengendalian pandemi Covid-19 serta keberhasilan percepatan vaksinasi berperan besar meminimalisasi dampak penyebaran tersebut ke perekonomian," kata Febrio, dalam siaran pers yang diterima pada Senin (9/5/2022).

Advertisement

Febrio mengatakan, dampak peningkatan harga komoditas dunia, termasuk eskalasinya akibat konflik Rusia-Ukraina, juga masih relatif terbatas. Kinerja kuartal I tahun ini, lanjut dia, menjadi bekal penting untuk perekonomian Indonesia yang lebih kuat di tahun 2022 secara keseluruhan dan ke depan.

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 4,34%
Dia menuturkan, daya beli masyarakat terus membaik. Ini ditandai dengan semakin kuatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga, serta kondisi ketenagakerjaan nasional. Pada kuartal I-2022, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 4,34% (yoy). Jika dibandingkan dengan kuartal IV-2021, konsumsi masyarakat yang merupakan kontributor terbesar PDB nasional masih mencatatkan pertumbuhan positif, yang mencerminkan pemulihan konsumsi yang terus berlanjut.

"Penguatan stabilitas laju pemulihan ekonomi merupakan prioritas pemerintah di tahun 2022. Upaya yang telah ditempuh saat ini adalah menjaga stabilitas harga dan penebalan bantuan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan," papar Febrio.

Langkah yang ditempuh, lanjut dia, antara lain pemberian insentif selisih harga minyak goreng curah dan kemasan sederhana serta BLT pangan untuk 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (penerima kartu sembako dan Program Keluarga Harapan) dan 2,5 juta pedagang kaki lima (PKL) makanan. Selain itu, menjaga pasokan batu bara dalam negeri dengan pemberlakukan denda dan kompensasi, serta pelarangan ekspor minyak sawit untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dalam negeri dengan harga terjangkau.

"Pemerintah juga menjaga stabilitas harga kedelai dan jagung dengan bisa memanfaatkan cadangan stabilitas harga pangan, serta menjaga agar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap fleksibel, sehingga lebih responsif dan mengantisipasi ketidakpastian," paparnya.

Febrio menegaskan, pemerintah juga menjaga agar reformasi struktural dan reformasi fiskal dapat berjalan optimal. Selain itu, mendorong reformasi subsidi yang tepat sasaran dan secara bertahap diselaraskan dengan momentum pemulihan ekonomi.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN