Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Pemerintah Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dan Generasi Muda Dalam Pengembangan UMKM

Kamis, 12 Mei 2022 | 13:20 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menekankan pentingnya peran perempuan dan generasi muda terhadap perekonomian. Perempuan dan generasi muda berperan melalui UMKM, oleh karena itu pemerintah mendorong agar dua pihak ini bisa mendapatkan akses ke pasar keuangan.

“UMKM memainkan aturan yang sangat penting dalam penciptaan lapangan kerja dan investasi serta pembangunan ekonomi. Di Indonesia UMKM berperan terhadap 60% perekonomian dan ke lapangan kerja hingga 97%,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam International Seminar Digital Transformation For Financial Inclusion pada Rabu (11/5/2022).

Dengan pentingnya peran UMKM, maka pemerintah terus melakukan upaya pengembangan UMKM. Namun hal ini masih terkendala banyak hal salah satunya adalah akses keuangan. Masih banyak pelaku UMKM yang tidak terhubung ke lembaga keuangan.

"Saat ini, terlihat di Indonesia baru 18% dari total kredit yang disalurkan atau disalurkan bank kepada umkm. Ini jauh di bawah rata-rata negara lain yang mencapai 30% hingga 80%," ucap Menkeu.

Baca juga: Airlangga Hartato Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Jawa Tengah

Oleh karena itu pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait fokus mengimplementasikan kebijakan untuk meningkatkan akses keuangan bagi UMKM. Dengan adanya pengembangan UMKM diharapkan tidak hanya berdampak terhadap pemberdayaan UMKM namun bisa menghadirkan efek pengganda.

“Menciptakan multiplier effect berupa penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan untuk memulihkan ekonomi yang sangat terpukul akibat pandemi,” ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan dengan adanya peningkatan jumlah pelaku UMKM perempuan yang terhubung ke UMKM juga akan berdampak positif ke perekonomian. Berdasarkan studi Mckinsey Global Institute, yang menunjukkan US$ 12 miliar atau 11% dari PDB global dapat diciptakan jika semua negara memajukan kesetaraan perempuan.

"Bahkan jika kita bisa mewujudkan potensi perempuan di bidang ekonomi dan pasar tenaga kerja, kita bisa berpotensi menciptakan kegiatan ekonomi senilai US$ 28 miliar, sama dengan 26% dari PDB dunia pada tahun 2025," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Bantu Pulihkan Ekonomi, Berikut 5 Aksi dalam Bali Guidelines

Menurutnya masih terjadi ketimpangan dalam akses keuangan terhadap perempuan karena mereka tidak memiliki kartu identitas dan tidak dapat memegang aset atas nama mereka." Hal ini menimbulkan kendala yang sangat berat bagi mereka untuk mengakses keuangan maupun permodalan dari lembaga keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya menerapkan tiga kebijakan dalam pengembangan UMKM yaitu korporatisasi , pengembangan kapasitas, dan memfasilitasi akses keuangan.

“BI juga. Mendorong dan mempromosikan UMKM melalui transformasi digital yang komprehensif dan inklusif. Dilakukan di sepanjang rantai nilai untuk mendukung terciptanya ekosistem digital yang terintegrasi,” ucap Perry.

Baca juga: Pakar Hukum: Pengangkatan Penjabat Kepala Daerah Harus Objektif dan Profesional

BI melakukan pengembangan UMKM dari sisi permintaan maupun sisi penawaran. Dari sisi permintaan, dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM serta mendorong kriteria digitalisasi melalui proses bisnis UMKM. Sedangkan dari sisi suplai BI menyiapkan infrastruktur untuk memfasilitasi UMKM dalam transformasi digitalnya.

BI meningkatkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memfasilitasi UMKM sebagai jalan menuju ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

“Melalui QRIS, UMKM digital dapat di akselerasi untuk mendukung ekonomi dan keuangan yang inklusif. Data kami per Maret 2022 dari 16,1 juta merchant QRIS yang terdaftar 89% di antaranya adalah UMKM,” ucap Perry. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN