Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat 1st FMCBG G20, belum lama ini. (sumber: Kominfo)

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat 1st FMCBG G20, belum lama ini. (sumber: Kominfo)

Menkeu Merespons Risiko Ketidakpastian Global

Kamis, 12 Mei 2022 | 15:19 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan setiap negara memiliki kebijakannya masing-masing yang disesuaikan dengan situasi negaranya. Namun, tidak berarti menjadi penghalang untuk bekerja sama dengan negara lain, apalagi saat menghadapi risiko global saat ini.

“Pertama pada pandemi. Ini adalah krisis yang sangat mahal bagi kita semua. Jadi kita harus bekerja sama mencegah pandemi berikutnya,” ungkap Sri Mulyani dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

Advertisement

Baca juga: Bantu Pulihkan Ekonomi, Berikut 5 Aksi dalam Bali Guidelines

Menkeu menyebut Indonesia sebagai Presidensi G20 bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) dan Bank Dunia berusaha membentuk mekanisme pembiayaan multilateral baru untuk mendukung kerja WHO dan lembaga internasional lainnya.

“Sehingga kita akan mampu mengatasi pencegahan pandemi, kesiapsiagaan, dan respons kesenjangan pembiayaan,” jelas dia.

Baca juga: Soal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I, Kadin: Sudah On Track

Selain itu, kerja sama selanjutnya adalah terkait dengan bauran kebijakan. Sedangkan dari sisi fiskal semua negara berusaha mempercepat konsolidasi untuk melindungi masyarakatnya dari pandemi maupun dari inflasi, daya beli, dan kemakmuran.

Sri Mulyani menegaskan Indonesia akan terus bekerja keras untuk melakukan reformasi struktural dan memulihkan kesehatan APBN. “Kerja sama itu diperlukan. Sementara di satu sisi, kita harus melindungi ekonomi kita sendiri dan masyarakat tidak berarti dan tidak boleh menghalangi kita untuk bekerja sama,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN