Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jasa Marga kembali memperpendek one way berlangsung KM 70 GT Cikampek Utama hingga KM 414 GT Kalikangkung pada Sabtu, 30 April 2022 malam.

Jasa Marga kembali memperpendek one way berlangsung KM 70 GT Cikampek Utama hingga KM 414 GT Kalikangkung pada Sabtu, 30 April 2022 malam.

Ini Hasil Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2022, dan Rekomendasi Bagi 2023

Sabtu, 14 Mei 2022 | 18:44 WIB
Fajar Widhiyanto

JAKARTA, Investor.id - Pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 dengan jumlah kendaraan yang mengalami peningkatan tertinggi dalam sejarah, dinilai telah berhasil. Disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam kesempatan halalbihalal yang digelar Kementerian Perhubungan bersama para pemimpin redaksi di Ecopark Ancol, Jakarta, Sabtu (14/5/2022), kunci keberhasilan pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 adalah kordinasi yang cukup baik antara kepolisan, PT Jasa Marga selaku pengelola jalan tol, Kementerian PUPR, dan Kementerian Perhubungan.

“Ada dua kunci keberhasilan, soal manajemen diskresi yang berdasarkan arahan Pak Menteri Perhubungan harus dilakukan bersama dalam mengeksekusinya, ditambah adanya Surat Keputusan Bersama Kakorlantas, Ditjen Hubdar dan PUPR,” ujar Budi Setiyadi.

Ia juga menyatakan pada arus mudik tahun ini, terjadi anomali perjalanan masyarakat, ketika jalan tol sudah operasional, khususnya jalan tol yang menghubungkan daerah yang cukup jauh. “Ini membuat orang ingin melakukan perjalanan, dan jika dilihat dari kendaraan yang digunakan sebagian besar adalah ukuran 1200-1300 cc, banyak masyafakat yang ekonominya berhasil dan ingin melakukan perjalanan,” ujarnya.

Di tengah keberhasilan tersebut, sejumlah hal menjadi catatan penting yang diharapkan bisa membuat pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran di tahun depan bisa berjalan jauh lebih baik. Sejumlah catatan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut yakni Diperlukannya antisipasi pergerakan komuter, mengingat banyaknya jumlah penduduk pada kota satelit yang bisa menghasilkan pergerakan yang cukup tinggi. “Selain itu dibutuhkan pula penerapan Ganjil Genap dan One Way melewati beberapa kota aglomerasi seperti Bandung Raya dan juga Kabupaten Karawang yang memiliki banyak pergerakan komuter dan membutuhkan Jalan tol sebagai prasarana pendukung pergerakan mobilitas masyarakat,” demikian paparan yang disampaikan Kementerian Perhubungan.

Pihak kementerian perhubungan dan instansi terkait seperti kepolisian, PT Jasa Marga selaku pengelola jalan tol, serta PT Jasa Raharja juga mencermati permasalahan yang ada pada Jalan Nasional. Yakni penerapan Ganjil Genap dan One Way di Jalan Tol yang mengakibatkan kendaraan yang tidak sesuai dengan TNKB yang berlaku pada hari itu, serta kendaraan yang menuju Jakarta dialihkan ke Jalan nasional. Untuk itu perlu antisipasi permasalahan pada jalan nasional berupa hambatan sampingan seperti pasar tumpah yang bisa memicu kepadatan.

Pada tahun ini dicermati pula banyaknya kendaraan yang berhenti atau beristirahat di bahu jalan. Situasi ini tentunya akan mengakibatkan hambatan samping di jalan tol karena kapasitas jalan akan berkurang dan menyebabkan kepadatan lalu l intas.

Berikutnya yang mendapat perhatian dalam pengelolaan arus mudik dan arus balik tahun ini adalah terjadinya penyempitan atau Bottleneck di pertemuan Tol Layang MBZ dengan jalur utama Jakarta Cikampek. Bottleneck ini telah menyebabkan kepadatan pada ruas jalan Jakarta–Cikampek, sehingga ke depan perlu dilakukan skema buka tutup jalan tol layang MBZ sehingga kepadatan dapat terurai.

Kecelakaan juga kerap terjadi ketika kecepatan kendaraan meningkat di saat diterapkannya One Way. Terakhir, dibutuhkan simulasi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan arteri non tol, akibat penerapan one way di jalan tol

Sejumlah rekomendasi pun disiapkan bagi pelaksanaan angkutan Lebaran Tahun 2023. Adapun rekomendasi yang disampaikan sebagai berikut:

1. Penambahan lajur Cikopo – Palimanan – Kanci.

2. Proses Pembayaran Tol dilakukan di pintu keluar atau pintu masuk jalan tol.

4. Penambahan Rest Area di luar jalan tol untuk mengurangi kendaraan yang beristirahat di Rest Area dan dibahu jalan tol.

3. Penerapan One Way harus memperhatikan volume lalu lintas di kedua arah dan kapasitas ruas jalan arteri atau jalan alternatif.

6. Optimalisasi Implementasi Manajemen Rest Area dengan Rest Area Management System (RAMS) dalam menginformasikan kapasitas parkir kepada pengguna jalan tol sebelum masuk rest area berikutnya.

7. Mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan rute alternatif tidak menunggu selesainya saat penerapan berupa Sistem Satu Arah (One Way) di entry gerbang tol sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan untuk tidak berhenti di bahu jalan jika tidak dapat beristirahat di rest area tetapi dapat memanfaatkan rest area yang berada di kota terdekat dengan keluar terlebih dahulu di gerbang tol terdekat.

8. Meminimalisir hambatan samping yang berada di rute alternatif sehingga kapasitas jalan bisa digunakan optimal oleh volume kendaraan yang dialihkan ke rute-rute alternatif

5. Melakukan pembagunan Rest Area baru di jalan tol yang berseberangan yang dihubungan dgn jalan sehingga pada saat pemberlakuan one way kendaraan.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN