Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

2023, Defisit APBN Dirancang Turun Jadi 2,61%-2,90%

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah merancang target defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2023 sebesar 2,61% hingga 2,90% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Target ini sudah dirancang turun di bawah 3% sebagaimana komitmen pemerintah Undang Undang 2 Tahun 2020 bahwa defisit harus maksimal 3% pada 2023.

Baca juga: Ekspor CPO Dibuka, Pemerintah Kembali Terapkan DMO dan DPO Migor 

Adapun defisit terjadi karena belanja negara tahun depan dirancang (naik) 13,80% hingga 14,60% terhadap PDB. Sementara, penerimaan negara berkisar 11,19% hingga 11,70% terhadap PDB.

“Lalu, keseimbangan primer tahun depan bergerak menuju positif di kisaran minus 0,46% hingga minus 0,65% terhadap PDB,” ucapnya.

Adapun rasio utang dipastikan akan tetap terkendali pada tahun depan di kisaran 40,58% hingga 42,42% terhadap PDB. Rasio utang di tahun depan masih berada dibawah batas maksimal rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 60% sebagaimana amanat Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003.

Baca juga: Menkeu Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

“Melalui akselerasi pemulihan ekonomi, reformasi struktural, dan reformasi fiskal maka diharapkan kebijakan fiskal 2023 tetap efektif mendukung pemulihan ekonomi namun tetap sustainable,” jelas Sri Mulyani.

Upaya konsolidasi fiskal pada 2023 disertai dengan reformasi fiskal yang komprehensif dari sisi pendapatan, perbaikan belanja (spending better) dan mendorong pembiayaan produktif dan inovatif.

Dengan demikian, APBN yang sehat menjadi modal yang kokoh untuk terus mendukung pembangunan dan perbaikan ekonomi. “Kebijakan fiskal tahun 2023 didesain agar mampu merespons dinamika perekonomian, menjawab tantangan, dan mendukung pencapaian target pembangunan secara optimal," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN