Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan pers terkait pencabutan larangan ekspor sementara CPO dan produk turunannya, Jumat (20/5/2022).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan pers terkait pencabutan larangan ekspor sementara CPO dan produk turunannya, Jumat (20/5/2022).

Pemerintah Sebut Pasokan Minyak Goreng Dalam Negeri Meningkat

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:17 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, setelah pemerintah memutuskan melarang ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng terjadi kenaikan pasokan minyak goreng di dalam negeri.

Adapun kebutuhan dan pasokan kebutuhan minyak goreng curah di dalam negeri sebesar 194.634 ton per bulan. Sedangkan pasokan minyak goreng curah sebelum dilakukan kebijakan pelarangan ekspor dilarang pasokan minyak goreng curah pada Maret hanya 64 ribu ton 33,2% dari kebutuhan per bulan.

Baca juga: 2023, Defisit APBN Dirancang Turun Jadi 2,61%-2,90%

“Namun, setelah dilakukan kebijakan pelarangan ekspor, pasokan migor curah pada April meningkat jadi 211 ribu ton per bulan atau 108,74% dari kebutuhan. melebihi kebutuhan nasional,” ucap Airlangga dalam konferensi pers tentang pencabutan larangan sementara dan pembukaan kembali ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng pada Jumat (20/5/2022).

Sedangkan dari segi stabilisasi harga berdasarkan pantauan harga minyak goreng curah sebelum pelarangan harga minyak goreng curah mencapai Rp 19.800 per liter. Namun, setelah pelarangan ekspor turun menjadi di kisaran Rp 17.200-17.600 per liter.

“Berdasarkan data pasokan yang semakin terpenuhi dan terjadinya tren penurunan harga di berbagai daerah serta untuk mempertahankan harga TBS petani rakyat,” ucap Airlangga.

Baca juga: 2023, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,3% hingga 5,9%

Pemerintah kembali membuka keran ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng pada Senin (23/5). Kebijakan tersebut akan diikuti dengan upaya untuk tetap menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng. Pemerintah menerapkan domestic market obligation (DMO) oleh Kementerian Perdagangan dan Domestic Price Obligation (DPO).

Guna mempercepat distribusi dengan harga Rp 14 ribu pemerintah menugaskan Perum Bulog. Nantinya Perum Bulog akan mempersiapkan menyediakan cadangan minyak goreng sebesar 10% dari total kebutuhan minyak goreng curah dan akan disiapkan dalam bentuk kemasan sederhana.

“Pelaksanaan kebijakan tersebut untuk mendistribusikan minyak goreng ke masyarakat dengan harga terjangkau sebesar Rp 14 ribu per liter dan pelaksanaan ekspor oleh produsen akan dilakukan pengawasan secara terintegrasi," ucapnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN