Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alwie Syarif Haddad, Direktur PT. Sutioso Bersaudara

Alwie Syarif Haddad, Direktur PT. Sutioso Bersaudara

Rugikan PT Sutioso Bersaudara, Pelaku Penyalahgunaan Wewenang Fishing Master Berhasil Ditangkap

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:03 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Beberapa waktu yang lalu, Polda Maluku berhasil menangkap Fishing Master merangkap Nahkoda Kapal Kursin milik PT. Sutioso Bersaudara di Tegal, Jawa Tengah.

Kini pelaku pencurian ikan di tengah laut ini sudah dibawa ke Jakarta dan pada Minggu Malam (22/5) akan dibawa ke Pengadilan Tinggi Maluku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dijelaskan oleh Alwie Syarif Haddad, Direktur PT. Sutioso Bersaudara dalam konferensi persnya pada Sabtu (21/5) di Hotel JP, Penjaringan,Jakarta Utara, Nahkoda yang berhasil ditangkap Polda Maluku bernama Haryono. Ia diketahui sudah lama bekerja di PT.Sutioso Bersaudara.

Dianggap sudah cukup senior dan memiliki jam terbang tinggi, Haryono kemudian dipercaya sebagai Fishing Master."Ini kami lakukan karena di tahun 2014 tepatnya saat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dipegang Menteri Susi Pudjiastuti melarang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan Indonesia," jelasnya.

Alwie melanjutkan,"Kenapa Haryono? Karena ia telah banyak belajar dari Fishing Master kami yang berasal dari Filipina.Sehingga kami percaya penuh bahwa Haryono bisa menjadi pengganti TKA asal Filipina tersebut."

Namun kepercayaan yang diberikan PT.Sutioso Bersaudara dikhianati oleh Haryono, setahun yang lalu tepatnya April 2021, pria asal Tegal ini tertangkap tangan tengah memindahkan hasil tangkapan ikannya ke kapal kursin miliknya sendiri.

“Kami yang awalnya tidak percaya dengan adanya laporan dari ABK (Anak Buah Kapal) lainnya sudah pasti kaget, orang yang sudah lama bekerja di kami tega melakukan pengkhianatan dengan memindahkan hasil tangkapan ikan ke kapal miliknya," jelas Alwie.

Hal ini langsung mendapat respon cepat dari manajemen PT.Sutioso Bersaudara dengan melaporkan Haryono ke Polda Maluku. " Alhamdulillah laporan kami mendapat respon yang sangat bagus dari Polda Maluku. Karena Haryono, selain merugikan perusahaan juga telah merugikan negara dan daerah karena perpindahan ikan di tengah laut tidak terpungut biaya retribusi," katanya.

Alwie menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Haryono telah merugikan perusahaan karena dia telah mengambil ikan sebesar 45 ton. " Jika ditotal perusahaan rugi Rp 1 Miliar ," kata Alwie.

Marzuki Yazid, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perikanan Tangkap Terpadu (Aspertadu) yang hadir secara virtual melalui zoom menyambut baik ditangkapnya Haryono oleh Polda Maluku di rumahnya yang berada di Tegal.

Menurut Marzuki, penangkapan ini menjadi bukti bahwa pencurian ikan di tengah laut berhasil diusut tuntas oleh polisi sehingga tidak merusak nama baik ABK dan nakhoda yang ada di Indonesia pada umumnya. Penangkapan ini juga menjadi bukti bahwa proses pemulihan kepercayaan bagi investor yang selama ini tidak konsisten dengan regulasi yang berubah masih terus berjalan.

" Pada prinsipnya, Aspertadu mengapresiasi aparat penegak hukum yang mau membantu untuk memulihkan kembali kepercayaan investor," jelas Marzuki.

Lebih lanjut dikatakan oleh Marzuki dengan adanya kasus ini atensi pemerintah yang membuat kebijakan melarang pemakaian TKA secara kronologis harus ditinjau ulang. Sehingga apa yang terjadi dengan PT. Sutioso Bersaudara yang menjadi anggota Aspertadu tidak terjadi dengan perusahaan perikanan lainnya.

"Dan kalau TKA bisa kembali dipakai, saya optimistis akan memunculkan investor yang dapat menanamkan modalnya kembali di Indonesia," jelasnya.

Namun jika tetap tidak diiziinkan maka Aspertadu akan menyekolahkan ABK dan Nahkoda untuk menjadi Fishing Master. Untuk itulah Aspertadu telah melakukan kerja sama dengan sekolah perikanan di SPM (Sekolah Pelayaran Menengah).

DIketahui, Asosiasi Pengusaha Perikanan Tangkap Terpadu Indonesia atau biasa disingkat Aspertadu merupakan asosiasi yang dibentuk pengusaha perikanan tangkap terpadu yang berada di Indonesia. Aspertadu pada saat ini berdomisil di Jalan Gedong Panjang, Jakarta, Indonesia 11240.

Sementara itu, PT Sutioso Bersaudara selanjutnya disebut Perseroan, merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak di sektor Industri Perikanan dan Cold Chain Logistik. Perusahaan berdiri sejak tahun 2011 dimulai dengan begerak fokus dibidang sektor perikanan yang beroperasi di wilayah Indonesia Timur.

Seiring berjalannya waktu, untuk memberikan integrasi dan efisiensi terhadap hasil tangkapan perusahaan, PT. SB mendirikan gudang cold storage yang modern untuk dipakai sendiri maupun untuk disewakan.

Cold Storage PT. Sutioso Bersaudara mulai didirikan pada akhir tahun 2012 dan mulai beroperasi sejak awal tahun 2018. Dengan disewakannya cold storage PT. SB, kami mempunyai impian dapat menjadi partner terpercaya dan solusi bagi klien kami dalam penanganan produk beku yang memerlukan cold chain logistik managemen.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN