Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc)

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc)

Top! APBN Surplus Rp 103,1 Triliun hingga April

Senin, 23 Mei 2022 | 18:56 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2022 tercatat masih mencetak surplus sebesar Rp 103,1 triliun atau setara 0,58% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, surplus yang terjadi pada bulan April ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan defisit Rp 138,2 triliun atau 0,81% terhadap PDB.

“APBN dalam posisi surplus Rp 103,1 triliun dibandingkan tahun lalu yang defisit membaliknya sangat cepat sekali atau 174%. Bahkan dibandingkan bulan lalu yang surplus anggaran baru mencapai Rp 10 triliun ini lonjakannya sangat tinggi,” tuturnya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Luhut: Investasi Tesla Masih Butuh Waktu dan Proses yang Tak Sebentar

Secara rinci, surplus April disebabkan oleh pendapatan negara yang tercatat Rp 853,6 triliun atau meningkat 45,9% (yoy). Pertumbuhan ini dinilainya sangat bagus, karena pada bulan lalu pertumbuhan pendapatan negara 31,1%.

Untuk komponen pendapatan pajak tercatat Rp 567,1 triliun atau tumbuh 51,5% (yoy), kemudian kepabeanan dan cukai tercatat Rp 108,4 triliun atau tumbuh 37,7% (yoy), PNBP realisasinya mencapai Rp 177,4 trilun atau tumbuh 35%(yoy).

“Kepabeanan cukai itu luar biasa, tahun lalu sudah tumbuh tinggi sekarang tumbuh lebih tinggi lagi. Pajak tahun lalu kan flat hampir 0 growth-nya, jadi kalau pajak baru mulai terlihat tahun ini, tapi kalau bea cukai semenjak growth-nya masih terlihat tinggi dan masih bertahan tinggi Alhamdulilah bagus,” ucapnya.

Sementara itu, belanja negara hanya sebesar Rp 750,5 triliun pada akhir April 2022. Realisasi itu naik 3,8% (yoy) dari sebesar Rp 723 triliun. Belanja pemerintah pusat tercatat Rp 508 triliun atau tumbuh 3,7% (yoy) dan untuk TKDD Rp 242,4 triliun atau tumbuh 4% (yoy).

“Belanja negara turn positif growth mulai April, karena waktu kami lihat Maret pertumbuhan masih negatif semua jadi ini sudah terjadi akselerasi belanja kita,” tegasnya.

Baca juga: Airlangga Ajak Qualcomm Tambah Investasi di Indonesia

Adapun keseimbangan primer per April tercatat surplus Rp 220,9 triliun atau lebih tinggi dari surplus keseimbangan primer per Maret 2022 yang sebesar Rp 94,7 triliun. Ini juga lebih baik dari keseimbangan primer per April 2021 yang tercatat defisit Rp 36,5 triliun.

“Jadi secara umum, dilihat postur APBN sampai akhir April surplus sangat besar keseimbangan primer dan total balance, yakni surplus 0,58% dari GDP,” tuturnya.

Dengan kondisi surplus yang besar, alhasil pembiayaan utang menjadi turun signifikan pada bulan April tercatat Rp 142 triliun atau turun hingga 64,1% (yoy).

“Nah ini suatu prestasi konsolidasi APBN sangat baik tentu kami gunakan surplus ini nanti seperti yang kami sampaikan DPR untuk jadi shock absorber penahan guncangan karena pandemi dan sekarang sisi komoditas. Itulah APBN jadi shock absorber, stabilizer, atau countercyclical itu sebuah terminology bahwa APBN selalu jadi instrumen utama dan pertama yang diandalkan rakyat dan perekonomian,” tegas Sri Mulyani.

Baca juga: 2023, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,3% hingga 5,9%

Meski demikian, Menkeu menyebut bahwa realisasi APBN yang gemilang hingga April berpotensi berubah, apabila pemerintah mulai membayar subsidi, kompensasi hingga belanja negara mulai naik. Tetapi ia berharap pendapatan negara masih akan terjaga dengan baik sejalan dengan pemulihan ekonomi yang kian menguat.

Sebagaimana diketahui, pemerintah baru saja merevisi target defisit yang semula dipatok Rp 868 triliun menjadi Rp 840,2 triliun, karena defisit akan turun sekitar Rp 27,8 triliun.

Sementara itu, outlook pendapatan negara naik Rp 420,1 triliun dari Rp 1.846,1 triliun menjadi Rp 2.266,2 triliun sampai akhir 2022 dan outlook belanja negara ditargetkan naik Rp 392,3 triliun dari Rp 2.714,2 triliun menjadi Rp 3.106,4 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com