Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pajak. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi pajak. (Foto: Pixabay)

Terus Meningkat, Penerimaan Pajak hingga April Tumbuh 51,49%

Senin, 23 Mei 2022 | 19:53 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga April 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 51,49% (yoy).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja penerimaan pajak hingga April 2022 masih sangat kuat, dengan realisasi senilai Rp 567,69 triliun. Angka itu setara 44,88% dari target yang ditetapkan.

Advertisement

"Pajak kita masih tumbuh sangat kuat dari Maret sampai ke akhir April karena memang bulan April adalah penyerahan SPT untuk wajib pajak badan atau korporasi," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Top! APBN Surplus Rp 103,1 Triliun hingga April

Lebih rinci, penerimaan pajak penghasilan (PPh) nonmigas tercatat senilai Rp 342,48 triliun atau sudah mencapai 54,06% dari target yang disokong oleh perbaikan kinerja ekonomi.

Kemudian, realisasi penerimaan pajak pertambahan nilai/pajak penjualan barang mewah (PPN/PPnBM) tercatat Rp 192,12 triliun atau setara 34,65% dari target.

Sementara penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya tercatat Rp 2,43 triliun atau setara 8,17% dari target. Adapun pada PPh migas, penerimaannya senilai Rp 30,66 triliun atau setara 64,8% dari target.

“Kita tau sebagian karena komoditas dan perbaikan ekonomi kita tentu dari kinerja Direktorat Jenderal Pajak, Bea Cukai dan PNBP,” ucapnya.

Baca juga: Leading Indikator Ekonomi Terus Menguat di Kuartal II-2022

Secara khusus, pertumbuhan penerimaan yang sangat tinggi pada April 2022 utamanya didukung oleh PPh badan tahunan, sejalan dengan jatuh tempo pelaporan SPT Tahunan 2021 PPh badan.

Kedua, transisi ekonomi yang meningkat menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri serta ketiga, adanya pergeseran sebagian pembayaran PPh Pasal 21 atas THR ke bulan April.

“Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik pada Januari-April dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, dan tingkat permintaan yang baik sehingga mendorong peningkatan impor dan serapan tenaga kerja,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN