Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc/aa)

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc/aa)

Belanja Negara hingga April Naik 11,5%

Senin, 23 Mei 2022 | 20:09 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja negara hingga April 2022 sebesar Rp 750,5 triliun atau setara 27,7% dari pagu belanja sebesar Rp 2.714,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, belanja negara hingga April naik 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan APBN masih menjadi instrumen penjaga negara dan penjaga ekonomi.

“Performa APBN tetap baik dan terus berlanjut. Belanja APBN kita sudah mencapai Rp 750,5 triliun dan terbagi cukup merata di setiap komponen,” kata dia dalam Konferensi Pers APBN Kita edisi April, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Leading Indikator Ekonomi Terus Menguat di Kuartal II-2022

Secara rinci, belanja KL mencapai Rp 253,6 triliun atau 26,8% dari pagu Rp 945,8 triliun. Belanja KL dimanfaatkan terutama untuk belanja pegawai, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR), kegiatan operasional KL, pengadaan peralatan atau mesin, jalan, jaringan irigasi serta penyaluran berbagai bansos ke masyarakat.

Kemudian belanja non KL mencapai Rp 254,4 triliun atau 25,5% dari pagu. “Belanja non KL untuk subsidi kompensasi BBM, THR dan untuk pembayaran jaminan kesehatan ASN kita. Jadi belanja non KL itu termasuk cushion atau shock absorber yang luar biasa,” tuturnya.

Selanjutnya, transfer ke daerah dan dana desa hingga April tercatat tumbuh 2,4% (yoy) atau senilai Rp 242,4 triliun yang setara dengan 31,5% dari pagu Rp 769,6 triliun. “Transfer ke daerah dan dana desa terutama untuk biaya operasional sekolah, kesehatan dan dana desa,” ucapnya.

Baca juga: Top! APBN Surplus Rp 103,1 Triliun hingga April

Secara rinci, kenaikan penyaluran TKDD paling besar untuk DAU sebesar Rp 154,4 triliun atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu tercatat Rp 134,4 triliun. Sedangkan dana desa naik 32,3% atau Rp 22,3 triliun.

“Sementara itu untuk DBH, DAK Fisik dan DAK non fisik masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN