Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dianugerahi gelar doktor kehormatan  (honoris causa) di bidang transportasi  oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (23/5). (foto: ist)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dianugerahi gelar doktor kehormatan (honoris causa) di bidang transportasi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (23/5). (foto: ist)

Dianugerahi  Gelar Doktor Kehormatan dari UGM, Menhub Paparkan Konsep Transportasi Merajut Nusantara  

Senin, 23 Mei 2022 | 20:15 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memaparkan konsep transportasi merajut Nusantara, yang bermakna menjalin pulau-pulau di wilayah Indonesia menjadi satu kesatuan dengan transportasi sebagai alat penghubungnya. Konsep itu disampaikan menhub  pada  penganugerahan  gelar doktor kehormatan (honoris causa) di bidang transportasi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Konsep transportasi merajut Nusantara adalah sistem transportasi yang menjamin lancarnya konektivitas antar wilayah di kepulauan Nusantara,” kata Budi saat menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul Merajut Konektivitas Nusantara melalui Pembangunan Sistem Transportasi  di Balai Senat UGM  Yogyakarta, Senin (23/5). 

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel, Ketua Komisi V DPR Lasarus, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta sejumlah pejabat Kemenhub, TNI/Polri, operator transportasi BUMN/swasta, asosiasi, dan pemangku kepentingan terkait.

“Membangun infrastruktur transportasi bukan saja membangun bandara, pelabuhan, stasiun dan rel, serta terminal, atau sekadar mengadakan pesawat, bus, kapal, dan kereta api, namun juga membangun sistem keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang akhirnya akan menciptakan harapan dan peradaban baru,” ujar Budi.

Oleh karenanya, pembangunan infrastruktur transportasi harus memenuhi aspek berkeadilan, berkelanjutan, keberagaman, dan kerakyatan. Transportasi yang berkeadilan, menurut Budi Karya, yaitu membangun infrastruktur transportasi dengan paradigma Indonesia sentris dan masih menjadi fokus di Indonesia karena infrastruktur transportasi sangat penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi serta mengurangi disparitas pendapatan dan harga.

”Arah pembangunan infrastruktur transportasi bergeser dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh saudara kita, baik di Indonesia bagian barat maupun timur, serta wilayah tertinggal, terpencil, terdepan, dan perbatasan,” kata Budi.

Program Tol Laut

Menurut Budi Karya, untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur transportasi yang Indonesia sentris, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, misalnya pengadaan moda transportasi perintis. Selain itu, pemerintah juga membuat program tol laut, jembatan udara, kapal ternak, dan pelayaran rakyat. Khusus di Papua, pemerintah membangun sejumlah bandara dan pelabuhan khusus. Di sejumlah kota besar, pemerintah juga membuat program buy the service untuk mendukung pemenuhan layanan transportasi yang berkeadilan dan merata di wilayah aglomerasi.

Buy the service merupakan pembelian layanan angkutan umum swasta untuk meningkatkan keterjangkauan dan keandalan transportasi massal,” ucapnya.

Kemudian, transportasi yang berkelanjutan yaitu mendukung inklusivitas ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan.

Salah satu perwujudan dari prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan adalah green port atau pelabuhan hijau yang mengedepankan konsep ramah lingkungan melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan, pencegahan pencemaran, konservasi air, konservasi energi, dan berkontribusi dalam konservasi keanekaragaman hayati.

Konsep green port di Indonesia pertama kali diaplikasikan di pelabuhan logistik Terminal Teluk Lamong Surabaya. Setelah itu, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta juga akan didorong mengadopsi konsep green port. Dalam pengembangannya saat ini, green port tidak menggunakan energi fosil, memiliki deteksi potensi tumpahan minyak dan pengembangan perkebunan mangrove di sekitar pelabuhan.

Pemerintah, kata Budi, juga terus mengembangkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan melalui kerja sama Kemenhub dengan PT Inka untuk bus listrik atau kerja sama Kemenhub dengann Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian ESDM dalam pelaksanaan konversi motor konvensional menjadi motor listrik. Untuk mendukung net zero emission di sektor transportasi darat, Kemenhub juga melakukan kebijakan ASI atau avoid, shift, improve yang secara konsisten dijalankan.

“Pembangunan green port dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik untuk transportasi yang ramah lingkungan dalam rangka mencegah pencemaran dan pemanasan global,” kata Budi.

Selanjutnya, menurut Budi, transportasi yang mendukung keberagaman yaitu seperti yang dilakukan pada saat pelayanan transportasi pada hari-hari libur dan hari besar keagamaan seperti mudik lebaran. Di mana pada tahun ini, penyelenggaraan mudik dinilai berhasil dan diapresiasi oleh Presiden, di mana menurut hasil survei Indikator Politik 2022, mayoritas responden (76,7%) menyatakan puas dengan kinerja pemerintah terkait penanganan mudik.

Yang terakhir adalah transportasi yang mendukung aspek kerakyatan, yaitu turut mendorong perkembangan produk UMKM dan memberikan akses kemudahan kepada pelaku UMKM di simpul-simpul transportasi. Selain itu, untuk melindungi daya beli masyarakat Kemenhub juga telah menerapkan tarif batas atas dan bawah untuk transportasi massal.

Menhub mengungkapkan, di tengah ketidakpastian yang dihadapi seperti pandemi, konflik Rusia dan Ukraina, dan perubahan iklim, pembangunan infrastruktur transportasi sangat penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Di tengah kondisi itu, indikator ekonomi Indonesia semakin meningkat, di mana pada triwulan I 2022, tumbuh sebesar 5,01%, atau lebih tinggi dari beberapa negara lainnya seperti Tiongkok (4,8%), Singapura (3,4%), Korea Selatan (3,07%, AS (4,29%), dan Jerman (4,0%). “Pertumbuhan tertinggi terjadi pada jasa transportasi dan pergudangan, yakni sebesar 15,79%,” ungkap Budi.

Konsep Humanis

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGM Panut Mulyono menyampaikan, UGM memberikan gelar doktor kehormatan kepada Budi Karya Sumadi karena Budi dinilai memiliki peran dan jasa besar dalam bidang teknik rancang bangun dan perencanaan serta transportasi. Salah satu jasa besar Budi membangun sistem transportasi yang merajut konektivitas antar-wilayah di Nusantara.

“Melalui gagasan tersebut, beliau secara aktif dan konsisten mengimplementasikan perubahan paradigma pembangunan tidak hanya Jawa sentris tetapi Indonesia sentris. Bahwa pembangunan dilakukan tidak hanya di kota-kota besar, pusat bisnis, dan pemerintahan, tetapi juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat di daerah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan, sehingga pembangunan lebih merata di seluruh wilayah,” ucap Panut.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono mengungkapkan gelar doktor kehormatan di bidang transportasi merupakan yang pertama kalinya diberikan oleh UGM. Ia menyebut, Menteri Budi meraih gelar tersebut karena telah menggunakan pendekatan yang humanis, yang mengedepankan nilai kemanusiaan dalam mengelola sektor transportasi di Indonesia.

“Saya sebagai Ketua MTI sangat mendukung konsep humanis tersebut. Kita ingin transportasi yang sehat, bahagia, damai, sejahtera dan tentunya berkeselamatan,” ujarnya.

Atas penganugerahan tersebut, Menhub Budi menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran UGM dan jajaran Kemenhub dan pemangku kepentingan terkait, yang selama ini telah mendukung dan membantu dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Menhub.

“Anugerah ini saya dedikasikan kepada mendiang orang tua saya, istri dan putri saya, juga kepada masyarakat,” tutur Menhub.

 


 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN