Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Stasiun MRT Fatmawati Indomaret. Foto ilustrasi: PT MRT Jakarta

Stasiun MRT Fatmawati Indomaret. Foto ilustrasi: PT MRT Jakarta

Kembangkan Enam Kawasan TOD, MRT Siapkan Hunian Terjangkau Bagi yang Bergaji Rp 7 Juta

Selasa, 24 Mei 2022 | 17:33 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT MRT Jakarta mengembangkan enam kawasan transit oriented development (TOD) di Jakarta di sekitar lintasas MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI.

“Kenapa TOD dikembangkan? Supaya bernilai tambah dan menitikberatkan pada integrasi antara jaringan angkutan umum massal,” terang Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam diskusi Forum Pemimpin Redaksi bersama PT MRT Jakarta di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Advertisement

Baca juga: MRT Targetkan Pendapatan Non-Tiket Tembus Rp 550 Miliar

Adapun keenam kawasan TOD yang dikembangkan itu, yakni Poros Monumental Jakarta di wilayah Bundara HI, Kolaborasi Gerak di Dukuh Atas, Gerbang Suar Jakarta di Lebak Bulus, Kolase Aktivitas di Pusat Jakarta di kawasan Istora Senayan, Ruang Atas Dinamis di Fatmawati, dan Green Creative Hub di Blok M.

“Dalam TOD itu harus campur, ada hunian, ada perkantoran, ada kegiatan masyarakat. Kepadatannya juga tinggi karena nilai lahan tinggi dan aktivitas orang ada di situ. Orang gak menggunakan kendaraan pribadi,” ungkap William.

Baca juga: Bangun MRT Fase 3 dan 4 Butuh Dana Rp 188 Triliun, Skema Konsorsium pun Diusulkan

Menurut dia, tugas PT MRT Jakarta sebagai pengelola TOD nantinya adalah memastikan bahwa semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki akses tinggal di TOD.

“Kita mencoba membangun hunian yang bisa dijangkau oleh masyarakat yang baru kerja, berpendapatan Rp 7 juta,” sebut William.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN