Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia, Sahat Sinaga.

Plt Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia, Sahat Sinaga.

Inovasi Sawit Penting Untuk Penggunaan Produk Sawit

Minggu, 29 Mei 2022 | 14:19 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA,investor.id- Minyak sawit telah menjadi kebutuhan utama masyarakat global yang digunakan sebagai bahan baku produk makanan, kosmetik, sabun, hand sanitizer, oleochemical hingga renewable energy. Masyarakat selama 24 jam berdampingan dengan produk berbahan minyak sawit.Kegiatan riset dan inovasi menjadi keharusan agar penggunaan produk sawit sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Yusuf mengatakan, perlu aksi bersama untuk membangun keberlanjutan hulu-hilir kelapa sawit sehingga menjadi harmonisasi people, planet dan profit.

“ Sawit menjadi komoditas penting bagi masyarakat global karena menjadi olahan produk pangan, kosmetik, sabun, hand sanitizer hingga renewable energy,” ujar dia dalam acara diskusi Majalah Sawit dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Jakarta, belum lama ini.

Kebutuhan minyak goreng nasional sebanyak 5,7 kiloliter yang terdiri dari kebutuhan rumah tangga sebanyak 3,9 juta kiloliter sementara itu, kebutuhan industri sebesar 1,8 juta kiloliter.

Adanya kebutuhan minyak goreng perlu diimbangi dengan edukasi penggunaan produk berbasis sawit, pihaknya sangat mengapresiasi lomba kreasi pangan Usaha Kecil Menengah (UKM) berbahan sawit.

BPDPKS mendukung pengembangan riset sawit termasuk bidang pangan sesuai amanat Perpres Nomor 66/2018 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Kepala Divisi Pelayanan BPDPKS Arfie Thahar menuturkan, terdapat tujuh bidang kelompok riset yaitu budidaya,pasca panen dan pengolahan, pangan dan kesehatan, bioenergy, oleokimia dan biomaterial, lingkungan serta sosial, ekonomi, bisnis manajemen dan pasar.

Kegiatan penelitian dan pengembangan sawit bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, sustainability, penciptaan produk atau pasar baru dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Jumlah dana BPDPKS yang disalurkan mencapai Rp 389 miliar kepada 235 bidang penelitian sepanjang periode 2015-2021, riset ini meliputi 48 bidang bioenergi, 9 bidang pasca panen, 26 riset budidaya, 17 bidang pangan dan kesehatan, 37 bidang oleokimia, 69 bidang sosial ekonomi dan 37 bidang lingkungan.

Riset BPDPKS menjalin kerjasama dengan 70 lembaga penelitian dan pengembangan termasuk perguruan tinggi dan BRIN.

Plt Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga menjelaskan, bahwa kampanye negatif sawit sudah berlangsung sejak 1980. Harga sawit yang kompetitif selalu dikaitkan dengan kualitas. Tuduhan rendahnya kualitas minyak sawit selalu dikaitkan dengan negara produsen minyak nabati.

Dalam upaya meningkatkan kualitas minyak sawit telah ada inovasi seperti Pabrik Minyak Sawit Tanpa Uap (PMTU), pengolahan dengan teknologi tanpa uap akan membuat kandungan klorin yang mengandung senyawa karsinogenik dari proses pemurnian CPO yang menghasilkan RBD Olien dapat memenuhi standar pasar internasional.

Senior Manager Commercial Biofuel Apical Indonesia Jummy Bismar Sinaga mengatakan, Apical terus mengembangkan riset dan inovasi untuk menghasilkan produk hilir kelapa sawit, dari sektor hulu, Apical mendapatkan dukungan dari Asian Agri yang mempunyai luas 100 ribu hektar kebun inti dan 60 ribu hektar kebun plasma serta 41 ribu hektar kebun swadaya. 

Editor : Ridho (dhomotivated@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN