Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

Jauh Lampaui Asuransi, Industri Perbankan Masih Dominasi Sektor Keuangan

Senin, 30 Mei 2022 | 14:50 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perbankan masih mendominasi sektor keuangan di Indonesia, jauh melampaui asuransi. Hal ini tercermin dari aset perbankan di tahun 2021 menyumbang 70% dari keseluruhan aset sektor keuangan, sedangkan aset industri asuransi hanya menyumbang 13%.

"Padahal aset asuransi terus tumbuh dalam enam tahun terakhir. Kontribusi aset asuransi terhadap PDB itu dapat mencapai 9,6%. Data ini menegaskan fakta bahwa penetrasi industri asuransi yang seharusnya ada di Indonesia masih sangat rendah," ungkapnya dalam Indonesia Financial Group (IFG) International Conference 2022, Senin (30/5/2022).

Ia menjelaskan berdasarkan data Swiss Resigma 2020, kata Sri Mulyani, penetrasi asuransi di Indonesia ditunjukkan dengan rasio 1,9 % atau lebih rendah dibandingkan negara lain di ASEAN. Dengan rincian Singapura 9,5 %,Thailand 5-3%, Malaysia 5,4% dan Vietnam 2,3%. Rendahnya penetrasi dan kepadatan asuransi di Indonesia juga menyiratkan pangsa pasar asuransi masih sangat luas dan terbuka untuk ekspansi dan pengembangan lebih lanjut.

Baca juga: Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan Resmikan RS Siloam Ke-41

Kendati begitu, terdapat tantangan dalam meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia berkaitan dengan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air yang masih rendah. "Menurut Survei Nasional OJK 2019 tentang literasi dan inklusi keuangan, indeks literasi asuransi hanya sebesar 19,4 %. Ini sudah meningkat 4 % Dibandingkan 2016, sementara inklusi saat itu hanya 13,2 %. Indeks literasi dan inklusi asuransi jauh lebih rendah dibandingkan dengan sektor perbankan yang masing-masing sebesar 26,1 % dan 73,9 %," terang Sri Mulyani.

Rendahnya tingkat literasi dan inklusi asuransi tersebut dapat menunjukkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang manfaat asuransi masih sangat dangkal. Hal ini disebabkan oleh akses dan informasi tentang manfaat asuransi yang masih terbatas dan belum dipahami. Tantangan lain untuk meningkatkan tingkat penetrasi industri asuransi sendiri adalah kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dan kegiatan profesional.

“Kurangnya praktik tata kelola yang baik juga menjadi kontribusi lain yang perlu ditingkatkan. Dalam beberapa kasus kami juga mengamati tata kelola yang buruk yang dilakukan oleh manajemen yang mengarah pada pelanggaran aturan dan peraturan yang kemudian meninggalkan risiko bagi peserta,” tegasnya.

Baca juga: Menkeu Beberkan Faktor Rendahnya Penetrasi Dana Pensiun di Indonesia

Sri Mulyani menekankan pemerintah saat ini juga tengah berdiskusi dengan pemangku kepentingan untuk merancang kebijakan dan regulasi terkait kebijakan perlindungan masyarakat melalui asuransi. Tata kelola yang baik tidak hanya dilakukan oleh manajemen perusahaan tetapi juga oleh distributor dan agen untuk memastikan konsumen mendapatkan tingkat perlindungan yang memang dibutuhkan.

Dengan demikian, Pemerintah terbuka terhadap masukan konstruktif dari para pelaku jasa keuangan, investor, mitra internasional, lembaga penelitian, pakar maupun dari masyarakat umum dengan sinergi dan upaya yang terpadu.

“Pemerintah dan DPR RI juga sepakat untuk terus mendorong dan merumuskan strategi kebijakan reformasi sektor keuangan Indonesia atas dasar tiga tujuan yang tidak dapat dipisahkan yaitu inklusi, pendalaman, dan stabilitas keuangan. Ketiga aspek tersebut menjadi esensial secara fundamental untuk mengantisipasi berbagai perkembangan dan juga dinamika perkembangan sektor keuangan Indonesia, saat ini dan di masa yang akan datang.juga menjawab atau mampu menjawab apa yang perlu dikembangkan," pungkasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com