Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sumber: BSTV

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sumber: BSTV

Minyak Goreng Tak Kunjung Sentuh Rp 14 Ribu, Luhut Temukan Kendala di sisi Distributor

Senin, 6 Juni 2022 | 12:45 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menduga, terdapat distributor yang memonopoli pasokan minyak goreng di wilayah Jawa Barat. Alhasil, realisasi distribusi di lapangan menjadi sulit dan terkendala. Harga minyak goreng pun tak kunjung menyentung Rp 14 ribu.

Pasalnya, Luhut mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya pasokan minyak goreng di wilayah tersebut sudah cukup terjaga. Namun harga minyak goreng masil lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi atau HET. Bahkan permasalahan ditingkat distributor pun berbeda-beda.

Advertisement

Baca juga: Sentimen Ini Bakal Pengaruhi Pergerakan Harga CPO Sepekan

" (Di tingkat) Distributor II ini jangan sampai ada monopoli yang dimiliki satu orang yang dia menahan harganya dan memainkan harganya," kata Luhut dalam konferensi pers, Minggu (5/6/2022).

Dengan demikian, praktek monopoli ini menyebabkan harga rentan untuk spekulasi sehingga harga di masyarakat masih tinggi. Tapi sekarang sudah mulai ditindak.

Kemudian kendala yang terjadi di Jakarta terjadi yakni harga relatif tinggi, dibandingkan harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini terjadi karena rasio barang yang diterima hingga tingkat pengecer menurun drastis.

Baca juga: Minyak Kian Melambung Terdongkrak Keputusan Aramco

Sehingga mengindikasikan terdapat barang yang ditimbun dan didistribusikan ke luar wilayah target distribusi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Sekarang kita kejar tapi tetap ketersediaan minyak kami dorong ke lapangan," tegas Luhut.

Selain itu, ia menyebut juga menemukan kasus lain di Sumatera Utara. Tim yang diterjunkan ke lapangan menemukan, produk minyak goreng curah dari produsen yang seharusnya disalurkan ke distributor, dibawa kembali ke produsen.

Baca juga: Yen Melemah Terhadap Dolar dan Euro

"Jadi dia berputar kembali. Minyak goreng curah tersebut kemudian dikemas ke kemasan premium dan dijual dengan harga premium. Ini tentunya merugikan konsumen yang membelinya karena di sini ada permainan," ungkap Luhut.

Meski demikian, untuk wilayah Banten dan Jawa Tengah, harga minyak goreng curah sudah mendekati HET. Hal ini terjadi karena distribusi dari produsen ke distributor besar (D1) menuju (D2) hingga pengecer telah berjalan lancar.

Dengan demikian, secara mendalam, pemerintah menyimpulkan bahwa realisasi distribusi di lapangan merupakan kunci pengendalian harga yang baik.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN