Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Kementerian BUMN

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Kementerian BUMN

RAPBN 2023, Kementerian BUMN Usul Tambahan PMN Tunai Rp 54,82 T

Selasa, 7 Juni 2022 | 13:26 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam bentuk tunai untuk pelaksanaan RAPBN 2023 sebesar 54,82 triliun yang akan diberikan kepada tujuh perusahaan BUMN.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, PMN pertama diperuntukkan untuk Hutama Karya sebesar Rp 30,56 triliun, alokasi ini akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan tol trans Sumatera (JTTS) yang terdiri atas PMN konstruksi JTTS Tahap I dan Tahap II. Apabila dihitung usulan PMN untuk Hutama Karya mengalami penurunan hingga 16,9% dibandingkan permohonan sebelumnya sebesar Rp 36,78 triliun. Hal ini disebabkan optimasi pendanaan dari kerjasama asset recycling jalan tol dengan INA (dan sudah termasuk pendanaan JTTS tahap II).

Advertisement

Kemudian, lanjut dia, PMN untuk In Journey sebesar Rp 9,50 Triliun, dana ini akan digunakan untuk penugasan dan pengembangan usaha, serta penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi. Adapun In Journey merupakan BUMN holding industri aviasi dan pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko serta PT Sarinah.

"Selain juga akan dilakukan pengembangan infrastruktur pariwisata dan infrastruktur aviasi, serta pembebasan lahan dan penyelesaian proyek kawasan KEK Mandalika," ungkapnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Sukses Vale Indonesia Layak Jadi Contoh BUMN Tambang Lain

Ketiga, Kartiko menyebut, PMN akan diberikan kepada IFG sebesar Rp 6 triliun, dana PMN akan digunakan untuk melaksanakan penugasan penjaminan KUR yang dijalankan oleh PT Jamkrindo dan PT Askrindo. Selanjutnya, Kereta Api Indonesia di tahun depan diusulkan akan mendapatkan PMN sebesar Rp 4,1 triliun. PMN ini akan digunakan untuk menjalankan penugasan dalam rangka memenuhi setoran modal porsi Indonesia untuk penambahan pembiayaan proyek KCJB.

"PMN dibutuhkan di tahun (2023) dan masih menunggu keputusan dari Komite JCJB sesyai Perpres 93/2021," tuturnya.

Kelima, Kartiko menjelaskan Indonesia Re direncanakan akan mendapatkan PMN sebesar Rp 3 triliun yang ditujukan untuk pengembangan usaha, dalam rangka perbaikan tingkat kesehatan untuk mendapatkan rating International guna penguatan kapasitas bisnis perusahaan.

Lebih lanjut Kartiko mengatakan, di tahun depan Damri direncanakan akan mendapatkan PMN sebesar Rp 870 miliar untuk penugasan dan pengembangan usaha. Hal itu dalam rangka penyediaan armada untuk penugasan perintis, KSPN, Armada bus listrik untuk perkotaan melalui buy the service dan untuk meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan.

Baca juga: Komitmen Dorong UMKM, Bank Mandiri Gelar Pelatihan Fasilitator Rumah BUMN

"Damri ini memang cukup lama tidak menerima PMN untuk penugasan perintis. Sebab, banyak penugasan dari Kementerian Perhubungan untuk daerah-daerah baru termasuk untuk reformasi bis listrik di banyak kota besar seperti Jakarta, Medan dan Surabaya dimana pelan-pelan beberapa kota ini mulai mengconvert seluruh bis jadi bis listrik," tambahnya.

Kemudian PMN terakhir akan diberikan kepada Airnav Indonesia sebesar Rp 79 miliar. Hal itu yang akan digunakan untuk menjalankan penugasan dalam rangka mencapai seamless Air Traffic Management (ATM) di kawasan regional serta mendukung program strategis pemerintah melalui modernisasi ATM sistem. Airnav Indonesia termasuk salah satu perusahaan BUMN yang arus kas keuangannya terdampak pandemi Covid-19, oleh karena itu kebutuhan dana tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas radar diatas Sumatera.

"Airnav terkait persetujuan dari singapura ruang udara diatas Sumatera dibutuhkan peningkatan kapasitas radar jadi perlu kebutuhan investasi radar baru untuk meng-cover, kawasan udara cukup luas dicakup oleh Airnav. Airnav memang cukup terdampak cash flow dari covid-19 jadi kami perlu untuk cash flow pembelian capex radar," tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN