Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pedagang minyak goreng eceran menakar minyak goreng curah di warung kelontong di Kemandoran, Jakarta, Rabu (10/2/2022).  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pedagang minyak goreng eceran menakar minyak goreng curah di warung kelontong di Kemandoran, Jakarta, Rabu (10/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Minyak Goreng Curah Bakal Dihapus, YLKI Berikan Beberapa Catatan

Minggu, 12 Juni 2022 | 14:16 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan kebijakan penghapusan minyak goreng curah menjadi kemasan sederhana bisa dimengerti. Namun, pemerintah konsisten menjaga harga eceran tertinggi (HET) produk baru tersebut.

Sekretaris Pengurus Harian YLKI Agus Suyatno mengatakan, dari sisi perlindungan konsumen dan atau aspek keamanan pangan, kebijakan menghapus minyak goreng curah diganti menjadi kemasan sederhana bisa dimengerti. Pasalnya secara fisik, minyak goreng dalam kemasan lebih aman, kecil potensinya untuk terkontaminasi zat atau benda lain yang tidak layak dikonsumsi, dan bisa lebih tahan lama.

Baca juga: Tak Cuma Minyak Goreng, Cakupan SIMIRAH Diperluas ke CPO

Namun demikian, YLKI memberikan beberapa catatan agar masyarakat yang mengandalkan minyak goreng curah bisa tetap mendapatkan produk tersebut dengan harga terjangkau. Di antaranya, HET minyak goreng pengganti curah nantinya harus tetap diterapkan.

“Agar harga minyak goreng dalam kemasan sederhana tetap terjangkau, pemerintah harus konsisten menjaga HET-nya. Sebab minyak goreng adalah kebutuhan pokok masyarakat. Bukan hanya untuk keperluan domestik rumah tangga, tetapi juga untuk keperluan bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” kata Agus di Jakarta, Minggu (12/6/2022).

Dengan menggunakan kemasan, lanjut Agus, minyak goreng tersebut harus mengutamakan aspek perlindungan konsumen, seperti mencantumkan informasi kadaluarsa, informasi kehalalan, dan informasi lain yang dibutuhkan konsumen sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang tentang Pangan, dan Undang-Undang Jaminan Produk Halal.

“Pemerintah harus menjamin bahwa minyak goreng curah yang dijual dalam kemasan memiliki kualitas sesuai dengan standar mutu minyak goreng kemasan premium, yaitu minyak goreng ber-SNI,” kata Agus.

Nantinya, skema subsidi juga bisa dijalankan dengan dua jenis. Pertama, subsidi tertutup di mana hanya kelompok masyarakat kelas tertentu serta pelaku UKM dapat menikmati subsidi tersebut. Kedua, subsidi ke orang atau rumah tangga, seperti dalam bentuk bantuan tunai ke masyarakat yang tercatat.

Baca juga: Program "Migor Rakyat" Perluas Akses Penjualan Minyak Goreng Curah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan pemerintah berencana menghapus minyak goreng curah dari pasaran karena alasan kurang higienis.

“Kami juga minta nanti secara bertahap tidak ada lagi minyak goreng curah, menuju kemasan sederhana, karena itu kurang higienis. Itu yang sedang kami kerjakan dan banyak pengusaha yang akan melakukan hal itu dengan harga tetap," kata Luhut dalam Business Matching Program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR), di Legian, Badung, Bali.
 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com