Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. (Foto: BeritaSatu Photo)

Bank Indonesia. (Foto: BeritaSatu Photo)

Tenang, BI Komitmen Jaga Stabilitas Rupiah

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:21 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyebut kinerja nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Namun, pelemahan rupiah dipastikan lebih baik dibandingkan sejumlah negara.

"Nilai tukar rupiah pada 22 Juni terdepresiasi 1,93% (point to point) dibandingkan akhir Mei 2022. Depresiasi tersebut sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di berbagai negara untuk merespons peningkatan tekanan inflasi dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI, Kamis (23/6/2022).

Sementara itu, pasokan valas domestik tetap terjaga dan persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia tetap positif. Dengan perkembangan ini, nilai tukar rupiah sampai dengan 22 Juni 2022 terdepresiasi sekitar 4,14% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021.

Baca juga: Perbaikan Ekonomi Berlanjut Berkat Kinerja Ekspor

Sejumlah negara berkembang yang mengalami depresiasi mata uang yakni India 5,17%, Malaysia 5,44%, dan Thailand 5,84%. Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati perkembangan pasokan valas dan memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.

"Kebijakan moneter kami akan terus kami perkuat untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pengendalian inflasi dan memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental. Kami terus lakukan stabilisasi nilai tukar rupiah terutama terkait imported inflation dampak kenaikan harga komoditas ataupun hedging rate pass through tetap terjaga," tegasnya.

Lebih lanjut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, depresiasi nilai tukar rupiah saat ini cenderung lebih baik atau lebih rendah dibandingkan negara lain.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Tetap, Rupiah Mampu Bertahan di Zona Hijau

Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI berkomitmen melakukan langkah triple intervention melalui pasar spot, pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan masuk ke dalam pasar obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) jika dibutuhkan.

"Sejauh ini kami tetap komit dan menjalankannya secara hati-hati dan sesuai mekanisme pasar dan fundamental dan kalau dilihat di rupiah relatif manageable dan stabil dibandingkan negara lain. Begitu pula sisi depresiasi," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN