Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kegiatan IJK Peduli Lingkungan untuk Pembangunan Berkelanjutan dengan tema

Kegiatan IJK Peduli Lingkungan untuk Pembangunan Berkelanjutan dengan tema "Pertumbuhan Ekonomi Hijau untuk Mangrove Berkelanjutan" yang dilaksanakan di Eco Mangrove Kedonganan, Bali, Jumat (24/6/2022).

OJK dan IJK Komitmen Kembangkan Ekonomi Hijau

Jumat, 24 Juni 2022 | 21:29 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id  - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan industri jasa keuangan (IKN) berkomitmen penuh mengembangkan gerakan ekonomi hijau, yang diantaranya melalui pelestarian lingkungan hidup. Hal ini direalisasikan lewat Program Peduli Lingkungan untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Mengusung tema "Pertumbuhan Ekonomi Hijau untuk Mangrove Berkelanjutan", program tersebut merealisasikan penanaman 20 ribu tanaman bakau di Eco Mangrove Kedonganan, Bali, pada Jumat (24/6).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan apresiasi kepada industri jasa keuangan yang telah terlibat sehingga kehadirannya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Inisiatif tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat dan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat sekitar, khususnya yang berada di sekitar pantai.

"Kegiatan ini merupakan wujud dukungan kita dalam pelestarian lingkungan melalui program yang menjadi agenda global dalam menurunkan emisi menjadi net zero emission pada tahun 2060. Salah satunya upaya tersebut melalui penanaman mangrove atau bakau," kata Wimboh dalam keterangannya, Jumat (24/6/2022).

Program tersebut sejalan dengan komitmen OJK yang tertuang dalam Kebijakan Strategis tahun 2022 terkait inisiatif keuangan berkelanjutan (sustainable finance). OJK telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung transformasi sektor bisnis ke arah ekonomi berkelanjutan, dengan menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I dan II, berbagai Peraturan OJK dan aturan turunan terkait keuangan berkelanjutan, serta Taksonomi Hijau Indonesia yang telah diluncurkan oleh Presiden RI pada Januari tahun ini.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja menyatakan bahwa kelestarian kawasan mangrove dan lingkungan hidup di Bali bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Seluruh elemen masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan perlu ikut terlibat sejalan dengan ketentuan yang telah diterbitkan oleh Pemda Bali.

Kegiatan OJK dan IJK ini menjadi bagian atau side event dari rangkaian kegiatan Presidensi G20 tahun 2022 yang menjadi momentum menunjukkan kepada dunia tentang komitmen Indonesia dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Termasuk keberlangsungan pantainya yang indah dari berbagai ancaman seperti abrasi air laut dan kerusakan biota laut, sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai paru-paru dunia.

Bekerja sama dengan Yayasan Bakau MU dan Green Mangrove Foundation, mangrove atau bakau yang telah ditanam akan terus dipantau pertumbuhannya selama tiga tahun. Dalam kegiatan ini, OJK dan IJK turut memberikan bantuan berupa toilet umum dan peralatan produksi serta memberikan pelatihan bagi nelayan dan masyarakat di sekitar Eco Mangrove Kedonganan.

Sinergi dengan Kejagung
Di sisi lain dalam kunjungan kerjanya di Bali, Wimboh mengikuti kegiatan Focus Group Discussion dengan tema "Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Sektor Jasa Keuangan Bidang Perbankan dan Aspek Hukum Penerapan Ekonomi Hijau". Acara ini turut dihadiri secara virtual oleh Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin serta diikuti oleh pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Bali, Kementerian Lingkungan Hidup serta Otoritas Jasa Keuangan.

"Kerja sama antara OJK dan Kejaksaan RI sebagaimana tertuang dalam Nota Kesepahaman sebelumnya sangat penting, baik dalam tukar menukar informasi maupun mengenai penindakan pidana yang terjadi serta meningkatkan efektivitas penanganan kasus hukum di Sektor Jasa Keuangan juga tentunya lebih luas lagi dimana kita bisa melakukan peningkatan (capacity building) kedua lembaga," kata Wimboh.

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanudin menyampaikan harapannya agar kolaborasi dan kerja sama antara OJK dan Kejagung dapat saling memperkuat tugas dan fungsi masing-masing. Hal ini sesuai undang-undang dalam menjaga menjaga iklim investasi dan kepercayaan masyarakat kepada sektor jasa keuangan.

"Penegakan hukum yang berkepastian hukum dan ditopang dengan iklim sektor keuangan yang sehat, transparan dan akuntabel akan menjadi kolaborasi hebat dalam mewujudkan perekonomian nasional yang mampu secara stabil dan berkelanjutan serta memberikan kesejahteraan secara adil pada seluruh rakyat Indonesia melalui pengembangan ekonomi hijau," kata Burhanuddin.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com