Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelaku UMKM

Pelaku UMKM

Digitalisasi Unsur Krusial Optimalisasi UMKM

Rabu, 29 Juni 2022 | 05:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Digitalisasi menjadi unsur krusial optimalisasi UMKM. Untuk itu, pemerintah terus berupaya mengoptimalkan potensi dan produktivitas UMKM melalui pengembangan digitalisasi. Salah satu tujuannya adalah mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional yang didominasi oleh Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Fixy mengatakan, digitalisasi menjadi penting karena dapat membantu UMKM meningkatkan hasil pendapatan atau transaksi. Kemudian, membuat pencatatan keuangan lebih teratur, serta meningkatkan literasi keuangan.

Advertisement

"Kalau bicara data, ada dari CORE. CORE mengatakan bahwa 68% UMKM menyatakan peningkatan pendapatan. Dan mereka juga menyampaikan yang menarik adalah, yang dibawa oleh pandemi ini adalah digitalisasi," kata Fixy dalam webinar BanggaUKM Katadata, dengan tema 'Kecil-kecil Cabe Rawit', Selasa (28/6/2022).

Baca juga: 54 UMKM Mojokerto Binaan Pertamina Raup Keuntungan

Kemudian, Fixy menuturkan, digitalisasi menjadi suatu hal krusial bagi UMKM lantaran struktur demografi Indonesia yang didominasi generasi milenial memungkinkan adanya pengadopsian teknologi digital dengan sangat cepat. Selain itu, ia menyebut 41% transaksi ekonomi digital di Asia Tenggara saat ini juga berasal dari Indonesia.

"Itu sebetulnya salah satu kekuatan kita, yang harusnya bisa dimanfaatkan. Jangan sampai transaksi digital kita hanya menjadi pasar saja, tapi yang ditransaksikan produk dari luar," ujarnya.

Fixy mengatakan, pemerintah dalam memperluas pemanfaatan dan membangun kesadaran digitalisasi sampai saat ini telah mengoptimalkan program Bangga Buatan Indonesia (BBI). BBI merupakan gerakan nasional yang dirancang pemerintah dan diluncurkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2020 lalu.

Menurut Fixy, hingga akhir tahun 2022 pemerintah telah menargetkan 20 juta UMKM dapat onboarding, yang mana sampai saat ini data menunjukan baru ada sekitar 18,5 juta UMKM.

Baca juga: Tabungan BRI Simpedes Dukung UMKM Pede Pimpin Perubahan

Selain digitalisasi, CEO BRI Insurance (BRINS) Fankar Umran juga mengajak para pelaku bisnis, khususnya UMKM untuk lebih menyadari pentingnya perlindungan risiko daripada masing-masing usaha.

Fankar mengatakan, ada tiga pilar penting yang mendukung keberhasilan UMKM. Yaitu pembinaan, pengembangan, dan proteksi melalui asuransi. Beberapa hal yang dapat diproteksi melalui asuransi adalah perlindungan diri, perlindungan aset, perlindungan transaksi dan perlindungan operasional.

Seperti diketahui, UMKM merupakan penyumbang 61% terhadap PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 97%. Namun demikian, lanjut Fankar, banyak UMKM belum menganggap penting proteksi terhadap usaha mereka ketika terkena risiko.

"Misal pengusaha, pedagang bakso punya gerobak seharga Rp10-15 juta, menjadi tempat satu-satunya mencari nafkah, jika terjadi risiko belum tentu mereka punya dana Rp10 juta untuk bisa segera mengganti. Padahal disana bisa kita proteksi melalui asuransi, dan itu sangat murah," ujarnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN