Menu
Sign in
@ Contact
Search
IST

IST

Kontribusi PKT Jaga Ketahanan Pangan dan Keragaman Budaya Indonesia Raih Apresiasi

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:54 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Berkunjung ke Bontang, Stafsus Presiden Sukardi Rinakit Apresiasi Kontribusi PKT Jaga Ketahanan Pangan dan Keragaman Budaya Indonesia. Dalam rangka meninjau kesiapan pembangunan IKN, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit bersama Rombongan Tim Komunikasi Presiden menyempatkan untuk berkunjung ke PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Selasa (28/6/2022).

“Presiden Jokowi pernah mengatakan kepada saya bahwa negara kita akan tertinggal oleh negara-negara lain dan tidak bisa bersaing kalau ketahanan pangannya tidak kuat. Ketahanan pangan akan kuat, salah satunya kalau produksi pupuknya juga bagus. Karena itu Presiden Jokowi sangat menaruh perhatian terhadap produksi dan distribusi pupuk,” ujar Sukardi, dikutip Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Usung Smart Production, Tim Inovasi PKT Sabet Penghargaan ICC-OSH 2022

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap PKT yang telah ikut berkontribusi terhadap kelestarian budaya di Indonesia. PKT dinilai telah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para seniman di Indonesia dengan berbagai aktivitas yang melibatkan para pegiat seni dan budaya di Indonesia, mulai dari menyelenggarakan kegiatan seni bersama hingga didirikannya Galeri Seni PKT sebagai wadah apresiasi atas karya seni dari pelukis ternama.

Didampingi Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit beserta rombongan Tim Komunikasi Presiden juga menyempatkan untuk berkunjueng ke Mitra Binaan TJSL PKT di Loktuan, yakni kelompok Tani Teluk Bangko dan Kelompok Makrifah Herbal.

Baca juga: Komitmen Terapkan RCI dan ESG, PKT Raih Platinum IRCA 2022

Rahmad menyampaikan, PKT berkomitmen mendukung cita-cita Presiden Jokowi yang menginginkan Indonesia melakukan hilirisasi produk, sehingga kedepan Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah. Indonesia diharapkan tidak menjadi negara yang terjebak middle income trap karena fokus ekspor  bahan mentah. 

“Memang membutuhkan proses dan investasi yang besat, namun hilirisasi itu bisa menjadi nilai tambah hingga 30 kali lipat,” tutur Rahmad.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com