Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc)

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc)

Inflasi Tahun Ini Bisa Naik hingga 4,5%

Jumat, 1 Juli 2022 | 13:57 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan laju inflasi Indonesia tahun ini akan berada pada kisaran 3,5-4,5% (yoy). Proyeksi ini jauh lebih tinggi dibandingkan batas sasaran target inflasi Bank Indonesia (BI) yang sebesar 4%.

Menurut Sri Mulyani, pergerakan inflasi disebabkan oleh peningkatan ketidakpastian global, mulai dari kenaikan harga energi hingga pangan. Hal itu sudah tercermin dari inflasi hingga semester I yang mencapai 3,6%.

"Inflasi akan sedikit mengalami tekanan pada semester II pada kisaran 3,5-4,5% dan keseluruhan tahun ini inflasi akan bergerak sama di kisaran 3,5-4,5%," tuturnya dalam Lapsem bersama Banggar DPR, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Anomali Cuaca Dorong Inflasi Juni 2022 Jadi 0,61%

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, tekanan inflasi diprediksi masih akan berlanjut pada semester II, sehingga akan mendorong kenaikan inflasi lebih tinggi dari batas atas sasaran. Meski demikian, ia memastikan pemerintah akan tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik yang dinilai masih sangat kuat dengan outlook pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 4,9-5,4%.

Menurut Menkeu, konsumsi rumah tangga sudah mulai pulih, terlihat dari beberapa indikator seperti konsumsi listrik, impor bahan baku dan barang modal, hingga indeks keyakinan konsumen.

Baca juga: Semester I, Realisasi PC-PEN Capai 27,3%

Begitu juga indikator dari sisi investasi, yang dinilai masih akan tumbuh tinggi, walaupun ada kemungkinan investasi tergerus inflasi. Meski demikian, dia memastikan bahwa APBN sebagai shock absorber diharapkan dapat mendukung tetap terjaganya daya beli dan terkendalinya laju inflasi.

"Jadi, dua sumber pertumbuhan ekonomi konsumsi dan investasi bisa terpengaruh oleh kondisi sekarang ini, kecenderungan inflasi tinggi, dan menyebabkan interest rate naik," jelasnya.

Baca juga: Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Semester II Capai 4,9-5,5%

Seperti diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan laju inflasi domestik pada Juni 2022 sebesar 0,61% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm), atau 4,35% secara tahunan (yoy). Inflasi ini secara tahunan merupakan inflasi tertinggi sejak 2017.

“Inflasi di bulan Juni 2022 secara yoy (tahunan) merupakan inflasi tertinggi sejak Juni 2017 yang saat itu sebesar 4,17%,” ungkap Kepala BPS Margo Yuwono.

Adapun penyumbang inflasi utama pada bulan Juni ini berasal dari komoditas cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras. Margo melanjutkan, dari pemantauan 90 kota pada Juni 2022, 85 kota di Indonesia mengalami inflasi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com