Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi anggaran. Foto: Pixabay

Ilustrasi anggaran. Foto: Pixabay

Semester I, APBN Surplus Rp 73,6 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 19:10 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mencatat realisasi APBN pada semester I-2022 mengalami surplus sebesar Rp 73,6 triliun. Angka tersebut setara 0,39% dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, surplus terjadi karena pendapatan negara tercatat Rp 1.317,2 triliun, sedangkan belanja negara Rp 1.243,6 triliun.

Advertisement

"APBN sampai semester I pendapatan negara tumbuh 48,5% (yoy) atau secara nominal Rp 1.317,2 triliun, utamanya ditopang oleh penerimaan perpajakan. Ini sangat kuat di atas baseline tahun lalu sudah tumbuh dan sudah berikan baseline lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan negara periode yang sama tahun lalu hanya 9,2 (yoy)," kata Sri Mulyani dalam rapat bersama Banggar DPR, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Penerimaan Moncer, Outlook Defisit Anggaran Susut Jadi 3,92%

Melalui Perpres 98/2022, pemerintah juga menargetkan defisit yang lebih kecil ketimbang yang tertuang dalam UU APBN 2022. "Ini berarti APBN kita defisitnya lebih rendah, merespons kondisi yang sekarang sekarang sangat volatil di sektor keuangan," jelasnya.

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah melakukan perubahan postur APBN sejalan dengan kondisi perekonomian saat ini. Defisit APBN 2022 yang semula dirancang senilai Rp 868 triliun atau 4,85% dari PDB, kini dalam perpres diturunkan menjadi hanya Rp 840 triliun atau 4,5% PDB.

Penerimaan perpajakan tercatat senilai Rp 1.035,9 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp 868,3 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp 167,6 triliun. Adapun dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) realisasinya Rp 281 triliun.

Baca juga: Program Pengungkapan Sukarela Berakhir, Setoran PPh Capai Rp 61,01 Triliun

Sementara itu, dari sisi belanja, realisasinya yang senilai Rp 1.243,6 triliun. Realisasi itu terdiri atas belanja pemerintah pusat senilai Rp 876,5 triliun dan belanja transfer ke daerah dan dana desa Rp 376,1 triliun.

Menurut Sri Mulyani, surplus APBN tersebut juga kembali berdampak pada penurunan pembiayaan utang. Pada semester I-2022, pembiayaan utang baru senilai Rp 153,5 triliun, sedangkan pada periode yang sama 2021 mencapai Rp 421,1 triliun.

"Pembiayaan anggaran kita coba untuk menjaga lebih rendah karena cost of fund lebih tinggi dan market menjadi lebih volatil. Kita meng-issued utang menjadi lebih rendah," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN