Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)

Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)

Perry Warjiyo: BI Tidak Terburu-buru Naikkan Suku Bunga Acuan

Jumat, 1 Juli 2022 | 22:47 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan laju inflasi inti Juni 2022 sebesar 2,63% (yoy). Begitu pula, laju inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) sebesar 5,3% (yoy). Kondisi tersebut belum menjadi pertimbangan BI untuk mulai menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

"Inflasi inti yang rendah memberikan suatu ruang fleksibilitas bagi kami untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Advertisement

Sebagaimana diketahui, laju inflasi Juni sebesar 0,61% month on month (mom) dan inflasi secara tahunan (yoy) terpantau 4,35%.

Baca juga: Anomali Cuaca Dorong Inflasi Juni 2022 Jadi 0,61%

Meski demikian, Perry menegaskan inflasi Juni 2022 lebih didorong oleh peningkatan harga pangan, yang didorong oleh lonjakan harga komoditas global. Ini pun terlihat dari capaian inflasi komponen harga bergejolak.

Adapun tekanan inflasi juga merupakan imbas ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang menghambat rantai pasok global serta mulai meningkatnya sisi permintaan.

"Kami mendapat laporan inflasi sudah meningkat di Juni 2022 ke 4,35% (yoy), tetapi kalau dilihat komponen utamanya adalah inflasi bahan makanan,” tegas Perry.

Adapun barang pangan ini termasuk dalam komponen harga bergejolak. BPS mencatat, inflasi kelompok ini sebesar 0,19% (mom) dan secara tahunan sebesar 2,63% (yoy). Andilnya pada inflasi umum sebesar 0,24%.

Baca juga: Inflasi Tahun Ini Bisa Naik hingga 4,5%

Kendati demikian, Perry mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan Badan Anggaran DPR yang menaikkan subsidi energi untuk meredam lonjakan inflasi dari harga yang diatur pemerintah. Selain itu, BI dan tim pengendali inflasi pusat dan tim pengendali inflasi daerah berkomitmen akan terus diperkuat untuk menjaga inflasi terkendali.

"Dengan demikian, respons kebijakan moneter kami arahkan untuk jaga stabilitas dengan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, kemudian menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, agar inflasi juga terkendali dan melakukan normalisasi likuiditas. Sementara, suku bunga tetap kami pertahankan sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi fundamental khususnya berkaitan inflasi inti," tegasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN