Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Chairman dan Chief Executive dari Emirates, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum di Dubai. (Foto: Instagram/@erickthohir)

Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Chairman dan Chief Executive dari Emirates, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum di Dubai. (Foto: Instagram/@erickthohir)

Erick Thohir Ungkap Investor UEA Berminat Investasi di Indonesia  

Sabtu, 2 Juli 2022 | 12:19 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

ABU DHABI, Investor.id -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan minat para investor dan pengusaha Uni Emirat Arab (UEA) untuk berinvestasi di Indonesia.

"Alhamdulillah, pertemuan Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi, mereka optimistis bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara UAE dan Indonesia," ucap Erick saat mendampingi Presiden Joko Widodo berdialog dengan sejumlah investor dan pengusaha di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, UEA, Jumat (1/7/2022).

Para pengusaha dan investor yang hadir dalam pertemuan dengan Jokowi adalah National Security Advisor Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, CEO Abu Dhabi Holding Mohamed Hassan Al Suwaidi, dan Executive Director Lulu Group Ashraf Ali.

Baca juga: Jokowi Tiba di Abu Dhabi untuk Temui Presiden UEA

Erick menerangkan, ada empat poin yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut, yaitu kerja sama di bidang logistik udara, ibu kota Nusantara (IKN), pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru, dan perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara.

Menurut Erick, UEA dan Indonesia bisa menjadi mitra yang saling menguntungkan di tengah ketidakpastian rantai pasok dan logistik serta rantai pasok dunia. Sebab, Indonesia merupakan pusat rantai pasok didukung dengan sumber daya alam yang kaya, seperti energi hingga pangan.

"Secara bersamaan, UAE bisa menjadi jendela bagi Indonesia untuk transaksi barang-barang Indonesia ke luar negeri. Ini juga jadi bagian pembukaan lapangan kerja yang besar untuk Indonesia dan bagaimana kita bisa memaksimalkan kerja sama ekonomi," sambung Erick.

Terkait IKN, orang nomor satu di Kementerian BUMN ini menuturkan, Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduknya yang pesat perlu membuat ibu kota baru. Karena, pemerintah perlu menyiapkan kota masa depan bagi penduduk yang saat ini mayoritas berusia muda.

“Tidak mungkin 50 juta usia muda Indonesia itu harus masuk ke kota-kota yang sudah tua. Dengan sistem dari teknologi terbarukan, kita harus menyiapkan kota masa depan. UAE sendiri, Abu Dhabi optimistis melihat ini sebagai sesuatu yang baik karena melihat percontohan kota-kota besar di dunia yang sekarang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masing-masing negaranya," ujarnya.

Menurut dia, Presiden Jokowi juga telah menaruh perhatian khusus pada pembangunan wisata laut yang mengedepankan ekonomi. Tujuannya, agar pembangunan ekonomi biru dapat turut menjaga alam Indonesia dan tidak sekadar mengeksploitasinya.

Baca juga: Erick Thohir Bertemu Bos Emirates, Bahas Potensi Jadi Investor Strategis Garuda (GIAA)?

"Kita mempunyai Raja Ampat dan Komodo. Sekarang, coba kita lihat bagaimana membangun peta biru secara menyeluruh, wisata laut kita yang friendly dengan alam dan industri cruise atau wisata dengan kedekatan kepada kekeluargaan. Jadi bukan sekadar entertainment dan tourism,” beber Erick.

Mengenai perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara, Erick menilai, hal itu dilakukan agar Indonesia bisa lebih kompetitif dan bisa terus menjaring investasi sebagai pertumbuhan lapangan kerja. Sebab, ekonomi Indonesia hari ini bertumbuh baik dan semua negara mengapresiasinya.
 

Perjanjian Kerja Sama
Di hari yang sama, jelas Erick, Jokowi dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan juga menyaksikan pertukaran dokumen/Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement/(IUAE-CEPA) di Istana Al Shatie, Abu Dhabi, UEA.

Perjanjian kerja sama IUAE-CEPA itu berisi sejumlah kesepakatan berupa Nota Kesepahaman Manajemen Proyek Bersama tentang Mangrove antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA.

Baca juga: Sah! Ini Kesepakatan Kerja Sama antara Indonesia dan UEA

Selain itu, perjanjian kerja sama itu berisi tentang Protokol Perubahan Nota Kesepahaman antara Indonesia dan UEA tentang Kerja Sama Kelautan dan Perikanan, Nota Kesepahaman antara Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan UEA tentang kontrol vaksin dan obat-obatan.

Termasuk mencakup protokol tentang Kerja Sama di bidang Industri Pertahanan dan Pengadaan Alat militer, Nota Kesepahaman dan Kerja Sama antara Universitas Nahdlatul Ulama dengan Universitas Kemanusiaan Mohammed Bin Zayed, serta Kontrak Pembelian Landing Platform Dock (LPD) antara PT PAL Indonesia dengan Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab.

"Era baru peningkatan perdagangan, investasi, dan ekonomi Indonesia. Kerja sama ini meningkatkan ekonomi ke dua negara. InsyaAllah bermanfaat bagi kita semua," imbuh Erick.

Selain Erick, sejumlah menteri turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono, Ketua INA Ridha Wirakusumah, dan Duta Besar Indonesia untuk Abu Dhabi Husin Bagis.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com