Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri acara

Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri acara "Halalbihalal BRILinkers: Rumahnya Paguyuban Agen Brilink", yang berlangsung di Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (14/05/2022).

Erick: Buah Transformasi, BUMN Cetak Laba Rp 126 T, Rasio Utang Turun Jadi 35%

Selasa, 5 Juli 2022 | 13:49 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, secara konsolidasi BUMN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 126 triliun pada 2021. Sedangkan rasio utang BUMN pada tahun yang sama tercatat 35% atau turun 4% poin dari 2020.

Erick menegaskan, semua itu merupakan buah dari komitmennya dalam melakukan transformasi BUMN, mulai dari sisi bisnis dan SDM. "Transformasi BUMN terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja BUMN. Sedangkan perbaikan kinerja BUMN tentu memiliki dampak besar bagi masyarakat dan negara. Kalau BUMN-nya tidak sehat, bagaimana mau maksimal berkontribusi," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Selasa (5/7).

Advertisement

Ia mengatakan, capaian laba BUMN Rp 126 triliun itu melesat jauh dibandingkan 2020 yang hanya sebesar Rp 13 triliun. Tak hanya membukukan laba bersih, Erick juga terus mendorong penurunan rasio utang BUMN.

"Alhamdulillah berkat transformasi dengan mengedepankan proses bisnis yang baik, tata kelola perusahaan yang baik (GCG), efisiensi, dan profesional, rasio utang BUMN pada 2021 itu 35% atau turun 4% dari 2020 yang sebesar 39%," ucap Erick.

Ia mengaku akan terus mendorong rasio utang BUMN terus mengecil hingga tahun-tahun ke depan. Erick mengaku telah memetakan utang-utang BUMN. Pemetaan dimaksudkan agar utang BUMN benar-benar ditujukan untuk kepentingan bisnis.

"Sekarang kami rapikan yang mana utang-utang produktif dan yang mana utang-utang yang koruptif. Yang koruptif tentu kita sikat," kata Erick menambahkan.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN