Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menkeu: Tiga Tahun Terakhir, Ketahanan Pangan RI Aman

Rabu, 6 Juli 2022 | 12:00 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengklaim, ketahanan pangan Indonesia dalam tiga tahun terakhir masih cukup aman. Hal ini tercermin dari hasil produksi beras maupun produk komoditas yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
 
Kinerja inflasi Indonesia hingga Juni mencapai 0,61% month to month (mtm). Angka tersebut naik dibandingkan bulan Mei yang tercatat 0,4%. Sementara itu secara year on year (yoy), tingkat inflasi pada Juni melonjak 4,35% yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2017 atau dalam lima tahun terakhir.

Baca juga: Rupiah Nyaris Rp 15.000/US$, Menkeu Pastikan Ekonomi Domestik Tetap Aman

"Alhamdulillah, Indonesia dari sisi pangan kita dalam tiga tahun terakhir bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bahkan ekspor ke luar negeri," ujar Sri Mulyani dalam Acara Securitization Summit 2022, di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Meski demikian, ketahanan pangan yang masih terjaga di dalam negeri tidak membuat pemerintah terlena tetapi meningkatkan kewaspadaan. Sebab, saat ini dunia tengah menghadapi gejolak inflasi pangan global seiring naiknya harga komoditas yang dipicu oleh naiknya tensi geopolitik Rusia-Ukraina.

Advertisement

Baca juga: Hari Ini, Kemenkeu Serap Pembiayaan Rp 13,8 Triliun dari Lelang SUN 

Sebagaimana diketahui, saat ini beberapa negara sudah mengalami kenaikan inflasi yang sangat tinggi. Bahkan berisiko memunculkan stagflasi. Negara yang inflasi Juni tercatat tinggi diantaranya Amerika Serikat sebesar 8,6%, kemudian Singapura 5,6%, Jerman 7,6%, Italia 8%.

"Pangan salah satu isu yang akan jadi perhatian. Sebab, pangan jadi sumber inflasi dunia, dengan perang di Ukraina timbulkan dampak disrupsi rantai pasok dari makanan dan pupuk. Berbagai negara alami tekanan harga pangan sangat signifikan, ini jadi perhatian kita," tegasnya. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN