Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pariwisata di KEK Lido, Bogor, Jawa Barat. (ist)

Ilustrasi pariwisata di KEK Lido, Bogor, Jawa Barat. (ist)

Setelah UU Ciptaker Diimplementasikan,  Nilai Investasi di 4 KEK Capai Rp 60 Triliun

Rabu, 6 Juli 2022 | 20:58 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyatakan, nilai investasi di empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah mencapai Rp 60 triliun. Hal ini tidak terlepas dari implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker). Kehadiran regulasi tersebut dinilai berdampak positif terhadap pengembangan investasi.

“Pasca-UU Cipta Kerja yang sebagian mengubah UU KEK, kami sudah mencatat investasi hampir Rp 60 triliun dari tahun lalu. Dukungan regulasi yang baru ini bisa mendorong masuknya investasi. Jadi, itu yang kami lihat,” kata Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi dalam media briefing di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/7).

Advertisement

Elen menjelaskan, pasca-implementasi UU Ciptaker, terdapat penambahan empat KEK baru, yaitu KEK Gresik (Jawa Timur), KEK Lido (Jawa Barat), serta dua KEK baru di wilayah Batam, Kepulauan Riau, yakni KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic.

Menurut dia, pada KEK Gresik terdapat pembangunan pabrik pemurnian (smelter) PT Freeport Indonesia, sedangkan KEK Lido yang di dalamnya terdapat MNC Land, diperkirakan ada satu proyek selesai pada September atau Oktober 2022 .

Elen Setiadi mengungkapkan, ada pusat data dari Hong Kong di KEK Nongsa dengan nilai investasi Rp 7 triliun. Sementara KEK Batam Aero Technic menjadi salah satu pusat pengembangan Lion Air Group dan akan terdapat penambahan lahan sekitar 20 ha.

"Ini akan menjadi pusat perbaikan Lion Air di seluruh dunia, karena maskapai Lion tidak hanya di Indonesia, ada pula di Malaysia, Filipina Thailand, Myanmar, dan Vietnam," kata Elen.

Dia menambahkan, pemerintah menargetkan nilai investasi di empat KEK tersebut mencapai Rp 90 triliun pada 2024. Setelah pemerintah menjalankan UU Ciptaker, perekonomian di KEK lainnya juga semakin menggeliat.

Masih Perlu Diperbaiki

Dengan adanya UU Ciptaker, menurut Elen Setiadi, pemerintah tetap bisa menjaga laju investasi yang berujung pada peningkatan perekonomian meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Namun ia juga tidak menampik adanya hal-hal yang harus diperbaiki. Misalnya perbaikan dalam implementasi Online Single Submission (OSS), khususnya dalam persamaan pandangan antara pemerintah pusat dan daerah.

“OSS masih ada beberapa hambatan, seperti implementasi di daerah. Ada hal-hal teknis yang sedang dilakukan perbaikan terus menerus, sifatnya dinamis,” ucap Elen.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia.

Pertama, kata Suryadi, adalah kepastian hukum. Jangan sampai ketika ada pergantian pejabat maka ada pergantian peraturan. Sebab hal ini akan membingungkan pengusaha saat memulai investasi. Kedua, yaitu perizinan, khususnya dalam implementasi OSS yang belum berjalan optimal. “OSS menurut saya belum berjalan baik karena antara pemerintah pusat dan daerah tidak sinkron,” ucap Suryadi,

Faktor ketiga yaitu keamanan yang memegang peranan penting bagi dunia usaha. Apalagi sebentar lagi Indonesia juga akan memasuki tahun politik 2023 dan 2024. “Adanya tahun politik kita mengharapkan keamanan terjaga dengan baik,” tegas Suryadi.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN