Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang UKM KemenKop UKM, Hanung Harimba Rachman (foto: ist)

Deputi Bidang UKM KemenKop UKM, Hanung Harimba Rachman (foto: ist)

Pemerintah Imbau Seluruh Pihak Tingkatkan Belanja Produk Dalam Negeri

Rabu, 6 Juli 2022 | 21:23 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKop UKM) mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan belanja produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Potensi pembelian produk dalam negeri cukup besar, di mana pencadangan belanja pemerintah untuk produk dalam negeri mencapai Rp 561,56 triliun dan pencadangan belanja untuk UMK sebesar Rp 286,57 triliun.

Deputi Bidang UKM KemenKop UKM, Hanung Harimba Rachman mengatakan, para gubernur, bupati, dan wali kota harus menambahkan layanan pendaftaran bagi pelaku usaha sebagai penyedia barang/jasa pemerintah (SPSE dan SiKAP) pada mal pelayanan publik daerah, termasuk layanan konsultasi pendaftaran sebagai merchant pada penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE).

Advertisement

Hal itu digariskan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

"Inpres ini juga mendorong percepatan produk dalam negeri dan/atau produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi pada masing-masing daerah untuk tayang dalam katalog lokal atau toko daring dan memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk belanja produk dalam negeri melalui katalog lokal atau toko daring," ujar Hanung dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu (6/7).

Dia tidak menampik bahwa kemampuan UMKM sebagai penyedia dalam pemenuhan kebutuhan belanja barang dan jasa pemerintah belum optimal, terutama di daerah yang terkendala oleh ketidaksiapan UMKM dalam hal pemasaran produk melalui elektronik.

Karena itu, menurut Hanung, berbagai langkah perlu ditempuh dalam penguatan sisi pasokan pembelian produk dalam negeri dan UMK, di antaranya pemberian akses dan pendampingan sertifikasi, pendampingan pendaftaran sertifikasi dan standardisasi produk UMik, self declare sertifikat halal, pendaftaran hak merek, izin edar merek dalam (MD).

Selain itu diperlukan akses pendampingan dan mentoring bisnis digital pasca-pendampingan, pendampingan pemasaran online, pendampingan Lamikro, pendampingan keamanan siber, akses kepada platform digital, serta sosialisasi dan coaching clinic agar UMKM mendaftar ke E-Katalog LKPP. "Saya berharap seluruh pihak khususnya Pemerintah Daerah dapat berperan aktif dalam melakukan pendampingan untuk masuk ke e-katalog," tutur Hanung.

Dia mengemukakan, sesuai arahan Presiden Jokowi kepada menteri, kepala lembaga, kepala daerah dan BUMN dalam Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Presiden menegaskan, alokasi dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) yang akan diberikan kepada kementerian/lembaga (K/L), pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan dihubungkan dengan kepatuhan terhadap arahan pemanfaatan produk dalam negeri.

Direktur Monitoring dan Evaluasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Fadli Arif menambahkan, berdasarkan data per 2 Juli 2022, sudah ada 400.328 produk yang tersedia di laman E-Katalog LKPP, terdiri atas 265.792 katalog nasional, 87.960 katalog sektoral, dan 46.576 katalog lokal.

"Mari kita terus tingkatkan capaian ini agar keberpihakan pemerintah terhadap produk dalam negeri dirasakan manfaatnya untuk pelaku UKM," kata Fadli.


 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN