Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Bank Indonesia Perry dalam seminar yang digelar Institute for Development of Economics and Finance pada Rabu (15/6/2022). (Ist)

Gubernur Bank Indonesia Perry dalam seminar yang digelar Institute for Development of Economics and Finance pada Rabu (15/6/2022). (Ist)

BI Ungkap Sektor Digital Jadi Penyelamat Ekonomi RI di Masa Pandemi

Senin, 11 Juli 2022 | 10:18 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

NUSA DUA, Investor.id Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan sektor digital menjadi penyelamat ekonomi Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Peningkatan sektor keuangan digital yang inklusif dan keberlanjutan selama pandemi telah memacu pertumbuhan ekonomi domestik.

"Ekonomi digital yang menyelamatkan ekonomi selama pandemi dan sekarang juga ke depan menjadi pilar Indonesia Maju," ujar Perry saat membuka rangkaian G20: Festival Ekonomi Keuangan Digital di Nusa Dua, Bali, Senin (11/7). 

Baca juga: Ekonomi Digital Terus Bertumbuh, Aturan Business Judgement Rule Perlu Dipertegas

Dia menjelaskan bahwa akselerasi keuangan digital dalam negeri, tercermin dari transaksi e-commerce tahun ini diproyeksi naik 31% atau mencapai Rp 536 triliun, kemudian uang elektronik akan mencapai Rp 360 triliun atau naik 18%. Bahkan transaksi layanan digital banking tahun ini diprediksi akan mencapai Rp 51.000 triliun.

Adapun, kini, bank sentral di negara-negara ASEAN telah mengembangkan sistem pembayaran yang bisa digunakan di sejumlah negara atau cross border.

Dalam catatannya penggunaan sistem pembayaran digital QR Code Indonesia Standar atau QRIS hingga saat ini sudah ada 18,7 juta jumlah merchant yang tergabung dalam QRIS atau capaian ini sudah melebihi target BI yang sebesar 15 juta.

"89% pengguna QRIS adalah UMKM dan tahun ini, Insyallah tercapai 30 juta pengguna di tahun ini dan tiga tahun kedepan 65 juta UMKM terdigitalkan"ucap Perry.

Strategi Pemerintah

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, transformasi digital menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong perekonomian domestik. Saat ini, kebijakan pemerintah pun dilakukan secara digital, mulai dari bansos, bantuan pangan non tunai, hingga Kartu Prakerja.

Baca juga: Menko Perekonomian Airlangga: Indonesia Jadi Tujuan Populer Investasi Digital di Asia Tenggara

Secara umum, Airlangga menuturkan potensi ekonomi digital mencapai Rp 146 triliun pada 2025, bahkan di 2030 nanti meningkat delapan kali lipat menjadi Rp 5.531 triliun.

"Digitalisasi perlu dijaga agar penguatan sinergi dan investasi dan kebijakan membangun Indonesia Maju, sinergi antara otoritas, industri, dan masyarakat telah mampu mendorong stabilitas untuk perbaikan ekonomi nasional dan pemulihan. Pemulihan kesehatan dan peningkatan kapasitas kelembagaan didorong agar efisiensi dan produktivitas dapat terus dicapai," pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com