Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022). (Foto: Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022). (Foto: Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Ini Alasan Menkeu Tak Potong Anggaran Kominfo

Senin, 11 Juli 2022 | 15:17 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id -- Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah berkomitmen untuk memperluas pembangunan infrastruktur digital untuk memberikan jangkauan jaringan internet ke seluruh daerah di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui anggaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang terus dinaikkan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Ia menceritakan sejak awal pandemi Covid-19 di tahun 2020, hanya dua kementerian dan lembaga (K/L) yang anggarannya tidak dipotong untuk penanganan dan pengendalian Covid-19, yakni Kementerian Kesehatan dan Kominfo.

"Anggaran tidak dipotong bahkan ditambah, sejak tahun 2020 hingga 2022 (anggaran Kominfo) naik dari Rp 20 triliun, Rp 26 triliun - Rp 27 triliun ini tiga tahun berturut-turut dengan tujuan untuk membangun infrastruktur," kata Menkeu dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 di Nusa Dua, Bali, Senin (11/7/2022).

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak daerah tertinggal infrastruktur digitalnya, bahkan dalam catatanya terdapat 84 ribu desa dan kelurahan, 250 ribu sekolah hingga 10 ribu puskesmas belum terkoneksi internet.

"Jadi kalau bicara government to people, apalagi, sudah ada pra kerja untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat, kita harus menuju ke sana. Bagaimana kita bisa mendigitalisasi dari pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, jadi yang puskesmas kami coba untuk digitalisasi, transfer anggaran pemerintah ke biaya operasi kesehatan diupayakan untuk by name puskesmas dan by address, begitu juga dengan sekolah sudah by school name, addres, number," ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah menggunakan layanan digital seperti Peduli Lindungi selama pandemi Covid-19. Di samping itu, pemerintah juga mendorong berbagai sektor untuk mulai memanfaatkan digitalisasi guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kita selalu mengatakan UMKM 64 juta, tapi yang menggunakan transaksi digital mungkin kurang dari 10 juta, baru delapan juta, makanya akselerasi digitalisasi itu penting," pungkas dia.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com