Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022). (Foto: Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022). (Foto: Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Menkeu Pastikan Kondisi Ekonomi RI Terjaga Tak Seperti Sri Lanka

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:02 WIB
Triyan Pangstuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, kondisi Indonesia cukup kuat dan berdaya tahan terhadap kondisi krisis global, sehingga kondisi ekonomi dalam negeri tidak akan seperti Sri Lanka.

Kondisi ekonomi global yang dinamis atau menghadapi berbagai tekanan mulai dari situasi geopolitik yang bergejolak. Selain itu, faktor kenaikan harga-harga juga menyebabkan lonjakan inflasi sehingga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

"Seluruh dunia menghadapi konsekuensi geopolitik dalam bentuk kenaikan bahan-bahan makanan, kenaikan harga energi yang mendorong lebih tinggi lagi inflasi setelah meningkat akibat pandemi," kata Sri Mulyani saat konferensi pers rangkaian G20 di Nusa Dua Bali, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Menkeu: Implementasi Pajak Karbon Harus Tunggu Waktu Tepat

Lonjakan inflasi di berbagai negara juga diperparah situasi geopolitik perang di ukraina yang menimbulkan dampak kenaikan harga pangan dan energi. "Jadi itu triple dari sisi supply disruption, pangan dan energi," ujarnya.

Menkeu menjelaskan, terdapat beberapa faktor untuk melihat ketahanan negara jauh dari resesi yakni neraca pembayarannya, neraca perdagangan, aliran modal asing ke dalam negeri, hingga cadangan devisa akan memiliki implikasi terhadap dampaknya ke nilai tukar rupiah.

Baca juga: Menkeu: Tiga Tantangan Ini Jadi Ancaman Pemulihan Ekonomi Global

"Jadi kalau mereka mengalami kontraksi dalam akibat pandemi dan belum pulih ditambah dengan kemudian inflasi yang tinggi yang sekarang ini terjadi, ini akan semakin menimbulkan kompleksitas suatu negara. Kemudian mereka juga akan melihat dari sisi monetary policy-nya," jelas Menkeu.

Selanjutnya faktor, kondisi utang pemerintah maupun swasta di Indonesia yang dinilainya masih dalam kondisi aman termasuk defisit anggaran yang akan terus dilakukan konsolidasi fiskal menuju defisit maksimal 3% terhadap PDB, sehingga kondisi RI dinilai masih jauh dari resesi.

Meski demikian, Menkeu mengatakan akan terus mewaspadai berbagai dinamika global yang memiliki implikasi terhadap ekonomi domestik. "Kita tetap waspada namun pesannya adalah kita tetap akan menggunakan semua instrumen kebijakan kita, dan apakah itu fiscal policy, moneter policy di Otoritas Jasa Keuangan di financial sektor dan juga regulasi yang lain untuk memonitor itu," tegasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com