Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penandatangan nota kesepahaman (MoU) 3 K/L yang dilaksanakan pada Senin (11/10/2021) di Balai Latihan Kerja Samarinda, Kalimantan Timur. Foto :Humas Kementerian Ketenagakerjaan

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) 3 K/L yang dilaksanakan pada Senin (11/10/2021) di Balai Latihan Kerja Samarinda, Kalimantan Timur. Foto :Humas Kementerian Ketenagakerjaan

3 K/L Bersinergi Jalankan  Program Pengembangan Kewirausahaan

Senin, 11 Oktober 2021 | 22:21 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah (Kemenkop UKM) melakukan sinergi program penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan dalam rangka pengurangan pengangguran dan peningkatan perekonomian berbasis desa.

"Kita berkolaborasi dan bersinergi pada program-program kerja andalan di masing-masing kementerian dalam upaya mencapai tujuan bersama, yakni mengurangi pengangguran secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan," ucap  Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam siaran pers yang diterima pada Senin (11/10).

Sinergi tiga kementerian tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Senin (11/10/2021) di Balai Latihan Kerja Samarinda, Kalimantan Timur.

Ida mengatakan pandemi Covid -19 berdampak pada  29,12 juta angkatan kerja. '

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Foto :Humas Kementerian Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Foto :Humas Kementerian Ketenagakerjaan

Dari jumlah tersebut, 2,56 juta menjadi pengangguran karena pandemi, 0,76 juta bukan angkatan kerja, dan 1,77 juta orang sementara tidak bekerja karena pandemi atau dirumahkan. Dia meyakini, kolaborasi yang dilakukan pada hari ini bisa menekan angka pengangguran yang ada dan dapat memitigasi angkatan kerja yang terdampak pandemi.

"Jadi saya kok yakin dengan sinergitas, dikeroyok bersama-sama antar kementerian dan lembaga, antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tingkat pengangguran terbuka kita bisa turun dan kita bisa memitigasi dampak pandemi terhadap angkatan kerja kita," ucap Ida.

Kemnaker telah mengambil langkah strategis dalam rangka meringankan tekanan ekonomi masyarakat sebagai akibat dari pandemi Covid -19. Salah satunya dengan meluncurkan program perluasan kesempatan kerja melalui program Tenaga Kerja Mandiri atau TKM untuk penciptaan wirausaha dan program padat karya.

Sementara itu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menyambut baik sinergi dengan Kemnaker dan Kemenkop UKM. Dari MoU ini terdapat dua sasaran usaha di level desa, yaitu usaha yang sudah berkembang, tapi terganggu karena Covid-19 dan usaha baru yang pemasarannya dilakukan secara digital.

"Nah, transformasi ekonomi yang seperti itu yang menjadi objek MoU kita bertiga," ucap Abdul Halim.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kemenkop UKM, Rully Nuryanto, mengatakan, sinergi dengan Kemnaker dan Kemendes PDTT penting untuk mencapai target penumbuhan rasio kewirausahaan 3,95% atau 1,5 juta wirausahawan baru di tahun 2024.

"Ini artinya Kemenkop UKM tidak bisa sendirian, tapi harus bersinergi, baik dengan kementerian dan lembaga, maupun dengan swasta dan akademisi untuk menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru tersebut. Nah acara hari ini merupakan bagian dari upaya tersebut," ucap Rully. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN