Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertemuan Co-Operation Forum (CF) ke-12 yang dihelat di Semarang, Senin (30/9)

Pertemuan Co-Operation Forum (CF) ke-12 yang dihelat di Semarang, Senin (30/9)

3 Negara Komit Jaga Keselamatan dan Lingkungan Selat Malaka-Singapura

Thresa Sandra Desfika, Senin, 30 September 2019 | 14:29 WIB

SEMARANG, investor.id – Indonesia bersama dengan Malaysia dan Singapura, selaku tiga negara pantai, kembali bertemu untuk membahas isu tentang keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura pada Pertemuan Co-Operation Forum (CF) ke-12 yang dihelat di Semarang, Senin (30/9).

Pada pertemuan CF ke-12 ini, tiga negara pantai sepakat untuk memberikan tanda penghargaan kepada Malacca Straits Council (MSC) yang sudah selama 50 tahun bekerja sama dengan ketiga negara pantai untuk mewujudkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Membuka acara, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, Selat Malaka dan Selat Singapura adalah salah satu jalur pelayaran paling strategis dan penting di dunia yang mengangkut sekitar sepertiga barang yang diperdagangkan di dunia.

"Untuk itu, keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim sudah seharusnya menjadi perhatian utama, tidak hanya bagi ketiga negara pantai, namun juga seluruh stakeholders dan pengguna Selat Malaka dan Selat Singapura," ungkap Budi Karya.

Budi mengatakan, selama 12 tahun perjalanannya sebagai wadah untuk berdiskusi dan bertukar pandangan tentang berbagai hal terkait Selat Malaka dan Selat Singapura antara negara pantai, negara pengguna, pengguna serta stakeholders lainnya, Cooperative Mechanism telah menjadi kerangka kerja yang praktis dan efektif untuk kerja sama internasional dalam Straits of Malacca and Singapore (SOMS).

“Melalui mekanisme ini, telah terjalin banyak kerja sama luar biasa di antara pihak-pihak terkait dalam menjaga dan meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut di Selat Malaka dan Selat Singapura,” kata Budi Karya.

Lebih lanjut, Budi juga membahas, mengenai peran International Maritime Organization (IMO) serta kontribusi dari negara pengguna dan pihak terkait untuk mewujudkan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Menurut Budi, Indonesia memprioritaskan kerja sama dengan seluruh negara anggota IMO untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran internasional. Salah satunya adalah kerja sama untuk terus meningkatkan dan memperbaiki sarana bantu navigasi pelayaran.

“Indonesia telah berhasil meningkatkan dan memodernisasikan peralatan dan perlengkapan kenavigasian-nya, seperti misalnya GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System), VTS (vessel traffic service), serta sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP),” ungkap Budi.

“Untuk itu, saya berharap melalui Forum ini, kita semua dapat memperkuat kerja sama kita dalam meningkatkan keselamatan pelayaran perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura, sekaligus menyediakan jalur pelayaran yang aman, terbuka, dan bersih bagi pelayaran internasional,” tutup Budi.

Sebagai informasi, Co-Operation Forum adalah salah satu pilar dari Cooperative Mechanism yang membahas tentang keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura, di samping Aids of Navigation Fund (ANF), dan Project Coordination Committee (PCC).

Forum ini menjadi wadah utama bagi negara pengguna, industri pelayaran, dan pemangku kepentingan terkait lain untuk duduk bersama dan membuka dialog dengan ketiga negara pantai di Selat Malaka dan Selat Singapura yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Forum ini dibentuk untuk mendorong terjadinya dialog dan tukar pandangan mengenai isu-isu di SOMS dan bertujuan untuk menampung masukan dari pengguna SOMS secara rutin. Forum ini juga memfasilitasi kerja sama yang lebih nyata antara negara pantai, negara pengguna, industri pelayaran, dan stakeholders lainnya dalam menjaga keselamatan berlayar dan perlindungan lingkungan maritim di salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia tersebut.

Pelaksanaan Cooperation-Forum ke-12 ini akan diikuti oleh Pertemuan Tripartite Technical Expert Group (TTEG) ke-44, dan ditutup dengan Pertemuan Project Coordination Committee (PCC) ke-12. CF ke-12 dipimpin oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H. Purnomo dan Direktur Kenavigasian Basar Antonius sebagai ketua delegasi Indonesia.

Basa Antonius menyampaikan, Indonesia akan menyampaikan 9 presentasi terkait isu application in safety of navigation, safety at sea policy and future perspectives, approaches in marine environment protection, marine pollution, preparedness and response, development in the Cooperative Mechanism, serta membahas tentang Straits Project 5 terkait replacement and maintenance of aids to navigation in the SOMS.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA