Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

3 Pilar Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Kamis, 29 Oktober 2020 | 02:26 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan  pelaksanaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan momentum akselerasi dan memperluas kerjasama internasional. Selain itu, juga untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar.

“ISEF mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah melalui mata rantai industri dan halal untuk kesejahteraan umat dunia. Agar ISEF dapat mensinergikan dan realisasikan berbagai pemikiran dan inisiatif nyata pengembangan dan ekonomi keuangan syariah sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional dan global,”tuturnya dalam pembukaan Festival ISEF 2020 secara virtual, Rabu (28/10).

Ia mengatakan bahwa dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, BI memiliki 3 pilar. Pertama dengan pemberdayaan ekonomi  syariah diarahkan membangun mata rantai ekonomi halal atau halal supply chain.

Pemberdayaan ini, diharapkan dapat mempercepat implementasi Master plan ekonomi syariah Indonesia  (MEKSI) 2019-2024.

“Pemberdayaannya dilakukan melalui skala kecil menengah di pondok pesantren dan komunitas muslim hingga skala besar tingkat industri dan asosiasi usaha. Dengan sektor unggulan pertanian, fashion, wisata ramah muslim, energi baru terbarukan,”ujarnya.

Kemudian untuk pilar kedua menyangkut pengembangan keuangan syariah melalui keuangan komersial, perbankan, pasar keuangan syariah dan lembaga keuangan lainnya maupun keuangan sosial seperti zakat dan infak.

Lebih lanjut, untuk pilar ketiga terkait dengan edukasi dan sosialisasi pengembangan kurikulum ekonomi keuangan syariah dan kewirausahaan.

“Pengembangan kawasan industri halal dan kemunculan entrepreneur baru, ISEFpreneur, santripreneur, pengembangan keuangan syariah,” ujarnya.

Lebih lanjut Perry berharap Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk dapat menjadi instrumen komersial unggulan di Indonesia.

Dia melanjutkan, pengembangan sukuk tersebut sebagai salah satu upaya otoritas moneter untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Pengembangan keuangan syariah untuk memperluas sukuk sebagai unggulan instrumen keuangan komersial. Maupun wakaf produktif sumber pembiayaan ekonomi baru,” katanya.

Adapun Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan ajang tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Penyelenggaraan ISEF telah memasuki tahun ketujuh ini sebagai upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional guna turut mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN