Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian PUPR mengerahkan 214 unit alat berat dan 80 unit sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dan air minum.

Kementerian PUPR mengerahkan 214 unit alat berat dan 80 unit sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dan air minum.

3 Prioritas PUPR dalam Penanganan Darurat Bencana di NTT – NTB

Senin, 19 April 2021 | 16:20 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id   - Dalam mendukung penanganan bencana di NTT dan NTB, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprioritaskan tiga hal yaitu percepatan peningkatan konektivitas untuk mempermudah distribusi logistik, proses evakuasi, dan ketersediaan sarana dan prasarana dasar masyarakat terdampak bencana.

Hal tersebut disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB, Widiarto.

Menurut Widiarto, Satgas Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana NTT dan NTB bertanggungjawab dalam penanganan dampak bencana antara lain menjaga konektivitas jaringan jalan dan jembatan, menyediakan fasilitas air bersih/air minum, sanitasi dan hunian sementara (pengungsian), relokasi korban terdampak dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan kerusakan infrastruktur PUPR.

"Konsolidasi data dengan pihak-pihak terkait juga penting, nanti kita satu data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Widiarto dalam keterangan tulisnya, Senin (19/4).

Sebagai upaya penanganan darurat bencana banjir bandang dan longsor di NTT dan NTB, Kementerian PUPR mengerahkan 214 unit alat berat dan 80 unit sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dan air minum seperti Hidran Umum, Mobil Tangki Air, dan Mobil MCK.

Sejumlah jembatan rusak dilakukan perbaikan oprit dan pengaman oprit dengan menggunakan bronjong serta penggantian jembatan sementara (bailey) seperti Jembatan Waiburak 2 di Kabupaten Flores Timur.
Sejumlah jembatan rusak dilakukan perbaikan oprit dan pengaman oprit dengan menggunakan bronjong serta penggantian jembatan sementara (bailey) seperti Jembatan Waiburak 2 di Kabupaten Flores Timur.

Kemudian, dari hasil monitoring dan evaluasi di wilayah terdampak di Provinsi NTT terdapat 48 infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) mengalami kerusakan. Beberapa infrastruktur dalam proses penanganan seperti Bendung Mena di Kabupaten Timor Tengah Utara yang dinding saluran primernya runtuh dan mercu bendung jebol dilakukan dengan pembuatan alur air menuju intake.

Dari sisi infrastruktur jalan dan jembatan terdapat 74 titik lokasi kerusakan dan seluruhnya sudah dipasang rambu peringatan dan pembersihan. Sejumlah jembatan rusak dilakukan perbaikan oprit dan pengaman oprit dengan menggunakan bronjong serta penggantian jembatan sementara (bailey) seperti Jembatan Waiburak 2 di Kabupaten Flores Timur.

Sementara di bidang permukiman, terdapat 17 kegiatan penyediaan sarana umum yang tersebar di 6 kabupaten/kota di NTT. Untuk penanganan perumahan tercatat 4 titik lokasi kerusakan permukiman akibat longsor yang perlu direlokasi yakni di Kabupaten Lembata, Alor, Flores Timur, dan Kupang.

Di Provinsi NTB, Kementerian PUPR melakukan survei inventori terhadap 9 infrastruktur SDA yang mengalami kerusakan. Beberapa sudah mulai dilakukan penanganan seperti Bendungan Woro di Kabupaten Bima yang rusak pada sandaran tebing sebelah kiri dengan perbaikan rip-rap.

Selanjutnya terdapat 9 titik kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdiri dari 6 jalan nasional dan 3 jembatan. Pembersihan sedimen atau endapan lumpur yang sempat menutup jalan telah selesai dikerjakan. 

Dari sisi infrastruktur jalan dan jembatan terdapat 74 titik lokasi kerusakan dan seluruhnya sudah dipasang rambu peringatan dan pembersihan.
Dari sisi infrastruktur jalan dan jembatan terdapat 74 titik lokasi kerusakan dan seluruhnya sudah dipasang rambu peringatan dan pembersihan.

Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB bahkan telah menyalurkan sarana dan prasarana dasar di Kabupaten Bima berupa 3 unit MTA, toilet portable, 4 unit Hidran Umum, 1 unit mobil tinja.

“Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan validasi data kerusakan dan rumah terdampak sudah dilakukan, tercatat di Kabupaten Dompu sebanyak 4 unit rumah rusak berat (1 hanyut) di Desa Marada dan 113 unit rumah rusak (43 hanyut) di Desa Daha,” kata Widiarto.

Beberapa kontraktor yang sedang membangun infrastruktur di NTT dan NTB juga dikoordinir untuk membantu penanganan bencana yakni  PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Nindya Karya, PT Pembangunannan Perumahan, PT Brantas Abipraya.

Program kerja Satgas Bencana berikutnya tetap melanjutkan penangan darurat dalam rangka membuka jalur logistik/konektivitas, penanganan layanan irigasi, dan penyediaan sarana prasarana permukiman. Kemudian persiapan perbaikan infrastruktur terdampak bersama kontraktor, dan tetap berkoordinasi dengan Pemda setempat terkait dengan relokasi permukiman warga. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN