Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu pabrik semen, Pabrik Semen Baturaja. Foto ilustrasi: IST

Salah satu pabrik semen, Pabrik Semen Baturaja. Foto ilustrasi: IST

Muncul Desakan Industri Nonkelistrikan Masuk BLU Batu Bara

Selasa, 2 Agustus 2022 | 22:30 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Pemerintah berencana menerap skema badan layanan umum (BLU) batu bara untuk memastikan kelancaran pasokan batu bara bagi pembangkit listrik. BLU berfungsi menanggung selisih harga domestic market obligation (DMO) dengan harga pasar yang harus dibayarkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui pungutan ekspor perusahaan tambang.

Dalam perkembangannya, sejumlah sektor strategis, seperti semen dan pupuk juga ingin mengikuti skema BLU batu bara. “Di semen, peran dari batu bara memang cukup besar, karena digunakan sebagai bahan produksi dan bahan bakar langsung,” ujar Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso dalam acara  webinar "Tantangan BLU Batubara membentuk Ketahanan Rantai Suplai Energi Nasional", Selasa (2/08/2022), hasil kolaborasi Asosiasi Pemasok Energi dan Batu Bara Indonesia (Aspebindo) dan PT Pos Logistik.

Selain Widodo Santoso, pembicara webinar itu antara lain Executive Vice President (EVP) Batu Bara PLN Sapto Aji Nugroho, CEO PT Pos Logistik Indonesia Ardian Cholid, Ketua Umum Aspebindo Anggawira, Wakil Ketua Umum Aspebindo Fathul Nugroho, dan Wakil Ketua Umum V INSA Buddy Rakhmadi.

Widodo memaparkan, pasar semen nasional tetap tumbuh. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pertumbuhan penjualan domestik mencapai 1,24% hingga Juni 2022 menjadi 29,36 juta ton. Adapun ekspor mencapai 4,77 juta ton, sehingga total penjualan mencapai 34,13 juta ton, turun 4,5% dibanding 2021. Meski demikian, pencapaian tersebut menjadi indikasi positif tren penjualan semen periode Juli-Desember 2022.

Widodo menjelaskan, prospek pasar semen 2022 mengacu pada perkiraan pertumbuhan ekonomi. Penjualan semen domestik diperkirakan tumbuh 4-5%, sedangkan ekspor turun 17%, akibat melejitnya harga batu bara.

“Kondisi ini sangat berdampak terhadap total penjualan dalam negeri dan ekspor yang hanya mengalami kenaikan sekitar 1% dari target sebelumnya sekitar 4-5%,” ujarnya.

Fakta lainnya, Widodo menegaskan, industri semen sedang mengalami kesulitan yang cukup berat. Perkembangan pasar semen sangat lambat, rata-rata per tahun hanya 3-4%, bahkan tahun 2019 merosot 10,5%, sehingga utilisasi hanya 65%.

“DMO batu bara US$ 90 per ton untuk industri semen, mengakibatkan kenaikan biaya produksi 15-20%. Bila tidak ada kebijakan DMO US$ 90 per ton atau mengikuti harga pasar, mengakibatkan kenaikan biaya produksi sampai 40%. Tentu saja akan berimbas pada daya beli masyarakat karena harga semen ikut naik,” ujar dia.

Banyak pertimbangan yang disampaikan Widodo agar industri semen masuk dalam skema BLU batu bara, mulai status semen sebagai 10 barang penting kebutuhan nasional. Selain itu, industri semen adalah salah satu industri strategis, karena dibutuhkan memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini termasuk pembangunan ibu kota baru yang membutuhkan 2,5 juta ton semen per tahun untuk periode tahun 2023 sampai dengan 2025.

Belum lagi, dia menyataka, setiap tahun, jutaan rumah dibutuhkan oleh masyarakat, terutama golongan masyarakat bawah dan menengah. Pembangunan rumah membutuhkan semen, sehingga konsumsi semen sektor properti sekitar 50 juta ton per tahun atau 80% dari total konsumsi nasional.

Widodo lantas memaparkan kondisi perkembangan terkini daftar pemasok batu bara penugasan per 22 Juli 2022. Data ASI menunjukkan, tercatat ada 18 pemasok yang belum merespons atau masuk dalam kategori badan usaha tidak jelas, kemudian enam pemasok yang tidak sanggup, 7 pemasok menawarkan harga di atas ketentuan DMO. Sisanya, ada 14 pemasok yang telah melakukan kontrak  dan 13 pemasok yang sudah melakukan negosiasi dengan sejumlah industri semen.

“Mempertimbangkan kondisi tersebut, ASI mewakili 14 perusahaan produsen semen nasional mengusulkan kepada Kemenperin, Kemenko Bidang Ekonomi, Kemenkeuangan, Kementerian ESDM agar industri semen masuk dalam rencana kebijakan skema BLU batu bara,” kata dia.

Sementara itu, Fathul Nugroho, mendorong inklusivitas BLU batu bara untuk industri non-kelistrikan dan efisiensi angkutan batubara. Karena itu, perlu adanya konsolidasi di industri angkutan batu bara agar biaya logistik menjadi lebih efisien.

Di sisi lain, kebijakan BLU batu bara yang akan diterapkan oleh pemerintah sesuai dengan Kepmen ESDM no 13/2022 dapat menjadi solusi disparitas antara harga ekspor dan domestik. BLU batu bara perlu memegang semangat inklusif untuk industri selain kelistrikan. Hal ini untuk mendorong pertumbuhan industri lainnya.

“Secara khusus industri semen dan pupuk perlu dimasukkan ke dalam kebijakan BLU, karena industri tersebut memberikan nilai tambah dan berdampak kepada efisiensi pembangunan nasional dan suplai pangan domestik,” ujarnya.

Terkait solusi menyelesaikan akar permasalahan security of supply batu bara, Sapto Aji Nugroho menyebut lima catatan penting. Pertama, dalam hal melindungi negara, tidak boleh menambah beban fiskal negara (APBN) baik dalam bentuk subsidi maupun kompensasi kepada PLN. Prinsip kedua berkaitan dengan upaya melindungi masyarakat dimana tidak boleh membuat BPP (tarif listrik) PLN naik.

Ketiga, melindungi BUMN sebagai alat negara, di mana PLN tidak boleh terpapar risiko keuangan (cash flow). Keempat, melindungi kepentingan negara di atas kepentingan pebisnis, di mana negara harus tetap hadir mengatur harga untuk DMO sebagai implementasi Pasal 33 UUD 1945. Terakhir, harus ada komitmen pemerintah melindungi penambang secara berkeadilan.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com