Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rangkaian electric multiple unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Foto: KCIC

Rangkaian electric multiple unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Foto: KCIC

Rangkaian Kereta Mulai Dikirim dari Tiongkok, KCJB Jalani Tes Dinamis November

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 05:11 WIB
Tri Murti (redaksi@investor.id) ,Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

JAKARTA, investor.id - Rangkaian electric multiple unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dan comprehensive inspection train (CIT) atau kereta inspeksi mulai dikirim dari Tiongkok ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022). Pengiriman EMU dan CIT ini menandai akan mempercepat penyelesaian KCJB yang ditargetkan sudah menjalani tes dinamis pada November 2022 atau bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, penyelesaian manufaktur rangkaian EMU dan CIT di Tiongkok menjadi bukti bahwa proyek KCJB akan semakin mantap menyelesaikan seluruh kegiatannya, termasuk kesiapan operasionalnya terutama untuk menghadapi kegiatan pertemuan G20 serta target commercial operation date (COD) pada Juni 2023.

Advertisement

“Kami harapkan pengiriman EMU dan CIT dari Pelabuhan Tiongkok sampai ke Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta ini bisa berjalan lancar dan kami ingin memastikan ke member kontraktor terutama CRRC (China Railway Rolling Stock Corporation) agar pengiriman ini bisa dikawal terutama terkait pengiriman dari Tanjung Priok ke Stasiun Tegalluar (Bandung), karena memang menghadapi medan yang cukup sulit baik melewati jalan tol atau darat agar tidak terjadi kendala-kendala yang diinginkan,” kata Dwiyana dalam acara Penyelesaian Manufaktur dan Pengiriman Perdana EMU Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung secara virtual, Jumat (5/8/2022).

Dwiyana mengatakan, pengiriman rangkaian EMU kereta cepat dan CIT tersebut merupakan momentum bersejarah karena merupakan pengiriman perdana kereta cepat dari Tiongkok ke luar negeri. Sebanyak 11 rangkaian kereta yang diproduksi oleh CRRC Sifang, Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok ini telah selesai diproduksi pada awal April tahun ini. EMU dan CIT yang dikirimkan ke Tanah Air ini juga telah menyelesaikan static test dan dynamic test di tempat produksinya.

"Ini akan menjadi hadiah yang spesial dari kita semua keluarga besar KCJB untuk negara Indonesia yang akan merayakan Hari Kemerdekaan ke-77 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus tahun 2022," ujarnya.

Dwiyana menyebutkan, proyek KCJB merupakan wujud nyata kerja sama strategis antara kedua negara, Indonesia dan Tiongkok. Proyek ini juga merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) di bidang infrastruktur yang telah menjadi amanat Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk membangun konektifitas yang andal, nyaman, dan modern.

“Saat ini progres investasi proyek KCJB sudah mencapai 85%, masih menyisakan beberapa pekerjaan tunnel 2, pre loading, track laying, dan tentunya penyelesaian stasiun,” katanya.

Sebagai pionir dari kereta api khususnya di Asia Tenggara, kehadiran KCJB akan sangat ditunggu-tunggu masyarakat di Tanah Air.

“Kita harapkan proyek KCJB ini bisa membuat konektivitas antara Jakarta-Bandung semakin cepat, pilihan masyaraat juga akan semakin banyak khususnya moda transportasi yang ramah lingkungan,” tandasnya.

Proyek Persahabatan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, KCJB merupakan proyek persahabatan Indonesia -Tiongkok yang membanggakan dan selalu dibahas dalam pertemuan pimpinan kedua negara. Juga merupakan megaproyek yang diharapkan membantu dan meningkatkan konektivitas antara dua kota yang menjadi tujuan utama.

Dia berharap pembangunannya segera dirampungkan, sehingga pada November 2022 bisa menjalani tes dinamis, bertepatan dengan momen G20 yang diadakan di Indonesia. Dengan beroperasinya KCJB diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan solusi dari pergerakan dinamis masyarakat.

“Juga mendukung dalam pemerataan ekonomi di berbagai wilayah. Oleh karenanya mari kita dukung proyek KCJB agar dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” kata Menhub Budi.

Lebih lanjut Menhub Budi menjelaskan, KCJB mengadopsi teknologi tinggi yaitu Grade of Automation (GOA) Level 1, serta memiliki desain yang ramping sehingga dapat mendukung akselerasi atau kecepatan dari kereta tersebut yang bisa mencapai 350 km per jam. Nantinya, KCJB akan melayani sebanyak 68 perjalanan setiap harinya dan berhenti di lima stasiun.

“Waktu tempuh Jakarta - Bandung hanya membutuhkan waktu 36-45 menit. Sebelumnya membutuhkan kurang lebih 2,5 jam untuk sampai tujuan,” ucap Menhub.

Dia juga menyebutkan, proyek besar ini mempunyai peran penting dalam transportasi masa depan perkeretaapian nasional. Dengan peningkatan standar kualitas pelayanan, yang berorientasi pada customer dan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, serta efisiensi waktu. Oleh karenanya, dia juga mengimbau agar kecepatan waktu konstruksi dan integrasi sistem dapat dipercepat. Sehingga dengan keunggulan dari modal kereta sebagai transportasi massal yang ramah lingkungan, tentu menjadi harapan agar masyarakat dapat beralih untuk menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi.

“Dengan harga tiket yang masih tergolong cukup terjangkau penumpang dapat membeli fasilitas yang bisa mereka nikmati selama perjalanan,” kata Menhub.

Sementara itu, sebelumnya VP Public Relations KAI Joni Martinus memaparkan, nantinya dalam satu rangkaian KCJB terdiri atas 8 kereta dengan kapasitas angkut 601 orang yang dibagi menjadi VIP Class, First Class dan Second Class.

“Tarifnya nanti berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu. Meski begitu, tarif ini masih dalam kajian dalam berbagai aspek,” papar Joni.

Selain itu, sambung Joni, dalam satu rangkaian KCJB juga ada untuk kategori VIP Call sebanyak 18 kursi, First Class sebanyak 28 kursi dan Second Class sebanyak 555 kursi.

KCJB akan beroperasi di jalur ganda sepanjang 142,3 km yang akan berhenti di empat stasiun, yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung).

Adapun rancangan kereta cepat berjenis KCIC400AF terinspirasi dari satwa khas Indonesia yaitu Komodo dengan warna dominan merah dan putih. Harapannya, identitas Indonesia langsung muncul saat melihat desain kereta tersebut. Pada bagian interiornya, seperti di kursi terdapat sentuhan motif mega mendung khas Cirebon karena sebagian besar lintasan KCJB melintasi wilayah Jawa Barat.

Terkait pendanaan Joni menegaskan KAI tetap ingin suntikan dana dari penyertaan modal negara (PMN) tahun 2023 sebesar Rp 4,1 triliun yang telah disetujui Komisi VI DPRI RI pada 4 Juli 2022 untuk merampungkan proyek KCJB.

“Dukungan dana ini sangat penting bagi KAI untuk menjalankan penugasan dari pemerintah yaitu menyelesaikan proyek KCJB melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di tengah tantangan yang masih dilalui yakni pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir,” kata Joni.

KAI melalui KCIC, sambung dia, terus berupaya mempersiapkan KCJB semaksimal mungkin sehingga tes dinamis KCJB dapat dilakukan pada November 2022 bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20. KAI juga akan terus berkordinasi dengan para stakeholder untuk pencairan PMN tersebut.

“KAI akan mengelola PMN tersebut dengan akuntabel, transparan dan bertanggung jawab sehingga dapat mewujudkan transportasi kereta cepat dengan tepat waktu,” tandas Joni.

Joni menyatakan, dengan adanya layanan kereta api cepat tersebut, diharapkan dapat turut meningkatkan perekonomian masyarakat terutama di stasiun-stasiun pemberhentian.

“Hadirnya KCJB akan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk bertransportasi dengan cepat dan selamat. KCJB juga diharapkan menjadi momentum agar dapat terealisasi transportasi-transportasi modern lainnya di Indonesia,” terang Joni.

Dia menambahkan, hadirnya KCJB akan menjadikan Indonesia dengan layanan kereta api cepat pertama di Asean. KCJB juga akan memberikan alternatif transportasi kepada masyarakat yang ingin bepergian dengan cepat, aman, dan nyaman diantara kedua wilayah tersebut.

“KAI menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. KAI berkomitmen untuk menuntaskan penugasan ini dengan menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) guna memberikan layanan transportasi kereta cepat yang akan hadir pertama kali di Indonesia ini,” imbuh Joni.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo mengungkapkan, Kemenko Perekonomian dan Kemenko Maritim dan Investasi telah melakukan monitoring proyek KCJB. Proyek KCJB akan menjadi salah satu tujuan Presiden Tiongkok saat Presidensi G20 Indonesia.

"Kereta cepat sudah pernah kami tinjau memang sudah sebagian besar konstruksinya selesai," kata Wahyu.

Editor : Amrozi (ros_amrozi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN