Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Angkasa Pura II memberlakukan insentif bagi maskapai. Foto: AP II

Angkasa Pura II memberlakukan insentif bagi maskapai. Foto: AP II

DUKUNG PEMULIHAN PENERBANGAN

AP II Berlakukan 5 Skema Insentif bagi Maskapai

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 05:26 WIB
Tri Murti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Angkasa Pura/AP II (Persero) memberlakukan lima skema insentif bagi maskapai guna mendorong percepatan pemulihan penerbangan.

“Sektor penerbangan global terdampak hebat akibat pandemi Covid-19 yang telah berlangsung kurang lebih 2 tahun terakhir. Di dalam menghadapi tantangan pandemi ini diperlukan kolaborasi seluruh stakeholder agar penerbangan nasional dapat pulih cepat,”  kata Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Advertisement

Menurut Awaluddin, salah satu bentuk kolaborasi yang dijalankan AP II untuk mendukung pemulihan penerbangan dan pariwisata adalah dengan memberlakukan atau menetapkan lima skema insentif jasa kebandarudaraan bagi maskapai. Skema pertama adalah new route incentive untuk penerbangan dalam negeri, luar negeri, dan kargo. Insentif berupa 100% cashback untuk jasa pendaratan (landing charges) diberikan di bandara-bandara yang dikelola AP II, kecuali Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kertajati, bagi maskapai yang membuka rute baru yang belum pernah diterbangi secara berjadwal dalam kurun waktu 6 bulan.

Skema kedua adalah new airlines entrance incentive bagi penerbangan luar negeri dan kargo. Insentif berupa 100% cashback untuk jasa pendaratan diberikan di bandara-bandara yang dikelola AP II, kecuali Bandara Kertajati, bagi maskapai nasional dan asing yang belum beroperasi secara berjadwal di salah satu bandara AP II dalam kurun waktu 6 bulan.

Skema berikutnya adalah red eye incentive bagi penerbangan dalam negeri, luar negeri, dan kargo. Insentif berupa 100% cashback untuk jasa pendaratan dan jasa parkir pesawat (parking charges) khusus di Bandara Soekarno-Hatta, bagi maskapai yang membuka destinasi baru, rute baru, dan penambahan frekwensi pada pukul 24.00 – 04.00 waktu setempat.

Insentif keempat adalah unschedule flight incentive untuk penerbangan tidak berjadwal dalam negeri dan luar negeri. Insentif berupa 100% cashback untuk jasa pendaratan di bandara-bandara AP II kecuali Bandara Kertajati, untuk penerbangan tidak berjadwal yang diinisiasi oleh AP II atau pemerintah pusat/pemerintah daerah, sebagai contoh untuk mendukung program pariwisata.

Insentif kelima adalah supporting facilities incentive bagai penerbangan dalam negeri, luar negeri, dan kargo. Insentif diberikan oleh masing-masing bandara AP II untuk mendukung kegiatan inaugural flight sesuai fasilitas dan kemampuan masing-masing bandara. Sebagai  contoh, kegiatan inaugural flight dapat berupa prosesi water salute dan sebagainya.

VP of Corporate Communications AP II Akbar Putra Mardhika menambahkan, skema insentif secara detail termasuk prosedur cashback dan prosedur lainnya dibahas secara langsung antara AP II dan maskapai.

“Kami berharap insentif ini dapat bermanfaat bagi maskapai dan turut mendukung pemulihan penerbangan. Masa berlaku insentif sejalan dengan evaluasi yang diberlakukan secara berkala,” ujar Akbar.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan juga telah menetapkan pembebasan pengenaan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U) yang berlaku di Unit Penyelenggara Bandara Udara melalui Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor PR 14 Tahun 2022.

Sementara itu, saat ini bandara AP II yang dibuka untuk melayani penerbangan komersial adalah Bandara Soekarno-Hatta, Kualanamu-Medan, Supadio-Pontianak, Minangkabau-Padang, Sultan Mahmud Badaruddin II-Palembang, Sultan Syarif Kasim II-Pekanbaru, Husein Sastranegara-Bandung, Sultan Iskandar Muda-Banda Aceh, Raja Haji Fisabilillah-Tanjungpinang, Sultan Thaha-Jambi, Depati Amir-Pangkal Pinang, Silangit-Tapanuli Utara, Kertajati-Majalengka, Banyuwangi, Tjilik Riwut-Palangkaraya, Radin Inten II-Lampung, HAS Hanandjoeddin-Tanjung Pandan), Fatmawati Soekarno-Bengkulu, dan Jenderal Besar Soedirman- Purbalingga.

Editor : Amrozi (ros_amrozi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN