Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (Subholding Upstream Pertamina) Budiman Parhusip (kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah), dan Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin (kanan). (Foto: Primus Dorimulu)

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (Subholding Upstream Pertamina) Budiman Parhusip (kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah), dan Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin (kanan). (Foto: Primus Dorimulu)

Dalam Setahun Operasi, Pertamina Hulu Rokan Mampu Tingkatkan Produksi Minyak

Senin, 8 Agustus 2022 | 01:37 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id) ,Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

PEKANBARU, investor.id — Dengan meningkatkan aktivitas pemboran selama setahun beroperasi, produksi minyak mentah Pertamina Hulu Rokan meningkat dari 158.000 barel per hari (bpd) menjadi 161.000 bpd. Dalam sehari, pemboran sumur baru lebih dari satu. Ditargetkan, pada akhir tahun ini, ada tambahan sumur baru di atas 500.

“Sumur yang ada sudah tua. Jika tidak ada upaya sistematis, produksi minyak akan turun tajam,” kata Dirut Pertamina Nicke Widyawati dalam 'Pemred Gathering Setahun Pasca Alih Kelola WK Rokan' di Pekanbaru, Minggu (07/08/2022). Nicke didampingi Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (Subholding Upstream Pertamina) Budiman Parhusip dan Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin.

Pada tahun 2020 telah dieksplorasi 12.000 sumur dan pada 2021 meningkat menjadi 16.800 sumur. Pada tahun 2022 ditargetkan 27.000 sumur, bertambah 500 sumur baru dibanding tahun 2021.

Baca juga: Pertamina Jaring Putra-Putri Riau Jadi Karyawan di PHR WK Rokan

Ditemukan 1941, Lapangan Duri mulai berproduksi tahun 1954. Pada masa jayanya produksi minyak Duri di atas 700.000 barel per hari (bpd). Hingga saat ini, Lapangan Duri telah menghasilkan 2,6 miliar barel. Dikelola PT Pertamina Hulu Rokan, bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Blok Duri merupakan salah satu penopang utama produksi minyak Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Riau. Lapangan lain yang dikelola Rokan adalah Minas, Bangko, Bekasap, Balam South, Kota Batak, Petani, Lematang, Petapahan, dan Pager.

Sejak 9 Agustus 2021, pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Rokan beralih dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Pengalihan ini merupakan tonggak sejarah pengelolaan hulu migas di Indonesia. Saat ini, Rokan menyumbang 26% dari total produksi minyak Indonesia.

Pertamina Hulu Rokan

Nicke mengatakan, produksi WK Rokan sebesar 26 persen dari produksi nasional atau sekitar 30 persen dari produksi hulu Pertamina. Nicke menyampaikan apresiasi terhadap Perwira Pertamina yang mampu menjaga laju penurunan alamiah serta meningkatkan produksi WK Rokan. "Saya ucapkan terima kasih kepada Subholding Upstream dan Pertamina Hulu Rokan. Bukan hanya harus menahan laju penurunan produksi tapi meningkatkan produksi," kata Nicke.

Baca juga: MyPertamina, Demi Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Nicke mengungkapkan laju penurunan WK Rokan berkisar antara 25-26 persen. Dengan laju tersebut diperkirakan produksi minyak mentah sekitar 120 ribu bph. Lebih rendah dibandingkan saat alih kelola pada tahun lalu yang sebesar 158 ribu bph. Namun dengan kegiatan pengeboran maka laju penurunan tersebut mampu ditahan serta berdampak positif pada peningkatan produksi yang mencapai 161 ribu bph. "Gapnya 40 ribu barel perhari dan butuh 376 pengeboran," ungkapnya.

Dikatakannya peningkatan kegiatan pemboran terlihat dari jumlah peralatan pemboran (rig) yang digunakan. Sebelum alih kelola hanya ada 9 rig. Namun pada saat ini ada 21 rig pemboran dan jumlahnya akan bertambah hingga 27 rig hingga akhir tahun nanti. Demikian juga dengan rig untuk work over dan well services. Sebelum alih kelola hanya 25 rig. Namun saat ini sebanyak 32 rig dan meningkat hingga 52 rig di akhir tahun nanti.

Lebih lanjut Nicke membeberkan kontribusi PHR terhadap perekonomian nasional dan daerah. Tercatat setoran ke negara sekitar Rp 30 triliun dari PNBP maupun pajak. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60 persen yang mampu menggerakkan perekonomian nasional. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pun mendapatkan Participating Interest 10 persen sehingga menguatkan dan meningkatkan pendapatan daerah.

Pertamina Hulu Rokan
Pertamina Hulu Rokan

"Kami juga merekrut putra-putri terbaik. Sebanyak 53 posisi yang diikuti oleh 10 ribu pendaftar. Persyaratannya ketat seperti KTP sini (Riau),  tinggal atau lahir disini," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Akhirnya Bayar Kompensasi Rp 104,8 Triliun ke Pertamina dan PLN

Di tempat yang sama, Direktur Utama Subholding Hulu Pertamina Budiman Parhusip menuturkan eksplorasi yang dilakukan saat masif yang ditargetkan sebanyak 28 sumur eksplorasi. Kegiatan eksplorasi dilakukan di sekitar sumur tua (mature) WK Rokan. Dia menyebut bila ditemukan cadangan maka dengan cepat disambungkan ke fasilitas eksisiting.  "Kalau tidak lakukan eksplorasi maka produksi kita anjlok 25 persen per tahun," jelasnya.

Pertamina Hulu Rokan

Sementara itu Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin menambahkan, total sumur yang dikelola oleh PHR di Blok Rokan hari ini mencapai 16.800 sumur. Baik itu sumur pengembangan, work over, maupun well services.

"Kami memang melakukan eksplorasi agresif baik itu konvensional maupun non konvensional. Tantangannya memang sumurnya 3 kali lipat lebih dalam dengan sumur eksisting hari ini," ujarnya.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com