Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan bekerja di jalur perakitan truk di sebuah pabrik manufaktur kendaraan di Qingzhou, provinsi Shandong, Tiongkok timur. (Foto: STR / AFP )

Karyawan bekerja di jalur perakitan truk di sebuah pabrik manufaktur kendaraan di Qingzhou, provinsi Shandong, Tiongkok timur. (Foto: STR / AFP )

Pemerintah Waspadai Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:26 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah mulai mewaspadai perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang hanya tumbuh 0,4% (yoy) pada kuartal II-2022 terhadap kinerja ekonomi domestik. Kekhawatiran ini tidak terlepas karena hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok cukup intens, khususnya karena ‘Negeri Panda’ merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia.

"Yang jadi risiko harus dipantau bagaimana pertumbuhan ekonomi Tiongkok lebih dalam, sebab kita memiliki hubungan ekonomi yang cukup intens dengan Tiongkok, jadi harus melihat bagaimana perlambatan ekonomi terhadap aktivitas ekonomi di Indonesia," katanya dalam Taklimat Media, Senin (8/8/2022).

Berdasarkan data BPS, ekspor Indonesia hingga Juni mencapai US$ 26,09 miliar atau naik 21,3% dibandingkan Mei 2022. Kemudian, ekspor nonmigas ke Tiongkok tercatat US$ 5,09 miliar, disusul India US$ 2,53 miliar, dan Amerika Serikat US$ 2,46 miliar.

Baca juga: Kapan Inflasi Global Mulai Turun?

Sementara itu, Tiongkok juga menjadi negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juni 2022 mencapai US$ 32,08 miliar.

Untuk menghindari dampak lebih dalam dari pelemahan ekonomi Tiongkok, Febrio menegaskan pemerintah terus melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor ke berbagai negara, tak hanya Tiongkok.

"Kami lakukan diversifikasi aktivitas ekonomi tidak hanya bergantung pada Tiongkok, kami akan perkuat ke India dan negara lainnya. Ini akan terus kami pantau ke depan," ucapnya.

Baca juga: Tesla Sepakat Beli Nikel Indonesia US$ 5 Miliar

Meski demikian, secara umum kinerja ekonomi domestik tetap solid yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal II yang tercatat tumbuh 5,44% (yoy), bahkan terus meningkat dibandingkan negara lain, termasuk negara berkembang.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap lebih baik dari pertumbuhan ekonomi dunia, bahkan dari negara berkembang. Tahun 2022, negara berkembang diperkirakan pertumbuhannya 3,6% dan Indonesia 5,2%. Sedangkan pada 2023, ekonomi negara berkembang diperkirakan hanya tumbuh 3,9% dan Indonesia tetap lebih tinggi 5,2%," ucapnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com