Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aplikasi MyPertamina

Aplikasi MyPertamina

Ekonom Sarankan MyPertamina Tiru PeduliLindungi

Selasa, 9 Aug 2022 | 13:25 WIB
Tri Listiyarini (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id-Upaya PT Pertamina (Persero) mengantisipasi potensi kelebihan kuota (over kuota) bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui platform MyPertamina sebenarnya sudah cukup bagus, namun sejatinya akan kurang efektif karena skema dan penerapannya di lapangan nantinya terlalu rumit. Idealnya, platform tersebut bisa meniru aplikasi PeduliLindungi.

“Kenapa tidak dibuat seperti aplikasi PeduliLindungi, di pom bensin disediakan alat pembaca barcode dan identitas (KTP/NIK), cukup KTP/NIK dimasukkan atau dipindai sudah ketahuan apakah kendaraan pemilik KTP/NIK layak membeli pertalite/BBM subsidi atau sebaliknya. Karena KTP/NIK sudah terintegrasi dengan program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) atau program-program bansos lainnya,” tutur Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.

Artinya, skema MyPertamina harus dibuat simpel agar lebih efektif dan mudah diterapkan oleh masyarakat dan dijalankan oleh operator di SPBU atau pom bensin. “Identitas kita baik KTP atau NIK itu harus diintegrasi dengan Adminduk dengan Kemensos. Saya yakin kalau ini yang terapkan maka tidak akan over kuota. Yang layak dapat atau membeli BBM subsidi adalah mereka yang memang selama ini mendapatkan bantuan sosial dari Kemensos seperti PKH,” ungkap dia.

Potensi kuota BBM jenis pertalite dan solar subsidi habis sebelum akhir tahun memang sangat besar. Dengan disubsidi, akan ada migrasi dari kendaraan roda dua dan roda empat yang semula tidak menggunakan pertalite menjadi memilih menggunakan pertalite karena harganya lebih murah.

Advertisement

Sebenarnya, bisa saja harga pertalite itu dinaikkan, tapi bertahap dan hendaknya jangan langsung besar namun sesuaikan dengan daya beli karena bagaimanapun anggaran pemerintah itu terbatas. “Jangan seperti waktu itu, Pertamina menaikkan harga pertamax hingga 20%, itu terlalu besar. Adjusment harga tidak soal asal tidak besar-besar, tiap tiga bulan atau empat bulan, sesuaikan kenaikan pendapatan, paling tinggi itu 5-10%, sesuai kantong. Tapi ya kita lihat dampaknya dan juga harus ada transparansi dulu, subsidi selama ini lari ke mana,” ungkap Tauhid.

Tauhid menuturkan, sebelum opsi penambahan kuota BBM bersubsidi, baik jenis pertalite maupun solar, diambil maka yang perlu dilakukan saat ini adalah Pertamina perlu memberikan transparansi alokasi subsidi yang diberikan pemerintah dilarikan ke mana saja. Pun dengan rencana Pertamina menjalankan program subsidi tepat sasaran MyPertamina maka perlu dibuka ke publik lebih dulu. “Ini kenapa perlu dilakukan karena ini terkait dengan besaran tambahan subsidi anggaran yang harus digelontorkan ke Pertamina. Jadi, tidak bisa langsung melakukan adjust besaran kuotanya,” kata Tauhid Ahmada kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Tauhid, apabila opsi penambahan kuota tidak diambil maka pemerintah dan Pertamina bisa melakukan upaya penghematan agar kuota bisa bertahan sampai akhir tahun dan subsidi bisa tepat sasaran. Upaya penghematan agar kuota bisa bertahan sampai akhir tahun dan subsidi bisa tepat sasaran adalah dengan melakukan pengawasan secara ketata dan penindakan atau penegakan hukum. BBM subsidi jenis solar industri misalnya, hanya digunakan untuk kegiatan industri. “Nah, itu kegiatan di atas laut dan pertambangan di daerah-daerah, potensi over kuota BBM subsidinya itu tinggi. Makanya, perlu betul-betul ada pengawasan dan penindakan,” jelas Tauhid.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com